Melahirkan itu memang luar biasa..

Dear all,
Tanpa bermaksud menakut-nakuti, saya berusaha menceritakan the truth of labor pain during natural birth. Karena banyak banget versi cerita sakit persalinan yang ditegar2kan.. Contohnya pas dijahit vaginanya gak sakit karna udah seneng liat anaknya. Bagi saya itu bohong banget. Yah..saya gak nuduh semua orang yang bilang gitu bohong sih, karena setiap orang mungkin merasakan hal yang berbeda. Tapi sebagai catatan, saya termasuk orang yang suka menahan rasa sakit (bukan tipe yang dikit2 sakit bilang “au”). Oke.. Here’s the story.
Kontraksi pertama
Sejak senin sore, saya sudah merasakan mulas dan kontraksi ringan. Perut mengeras dengan frekuensi yang belum teratur. Setelah azan maghrib, rasa sakit mulai semakin menguat dengan frekuensi 3-4 menit sekali. Saya mulai rajin ambil nafas dan buang nafas. Karena saya tau perjalanan masih sangat panjang, saya memutuskan menahan rasa sakit sepanjang tidur malam dengan meditasi dan relaksasi. Suami saya masuh tidur pulas, saya gak tega bangunin.
Lendir darah
Selasa pagi kontraksi masih berlangsung, kontraksi belum teratur 3-6 menit sekali. Saya berjalan keliling rumah sambil sesekali menahan nyeri kontraksi. Sudah sakit sekali rasanya. Jam 7 pagi, saya mendapati lendir darah di underwear. Langsung saya telpon dokter kandungan saya, beliau suruh saya cek ke ugd. Saya dan suami langsung jalan ke rs.
Bukaan satu
Sampai ugd, saya di ctg dan periksa dalam. Kontraksi di ctg mulai teratur, tapi baru bukaan satu. Oh no.. Masih lama kayaknya.. Dengan baiknya si dokter sudah standby dari pagi loh.
Bukaan satu longgar
Jam 12 siang saya dicek dalam lagi. Ternyata baru bukaan satu longgar. Bahkan belum bukaan dua. Saya jalan mondar mandir keliling rs supaya meningkatkan frekuensi kontraksi.
Bukaan 5-6
Nyeri kontraksi makin hebat. Saya mulai nungging-nungging menahan nyeri kontraksi. Metode tarik nafas buang nafas kok makin gak efektif yaah.. Saya memilih nyanyi2 sepanjang kontraksi datang. Ternyata menyanyi saat kontraksi saya rasakan lebih efektif. Si dokter tadinya sudah mau pulang dulu karena meliat saya masih anteng (padahal saya mati-matian menahan sakit). Saat cek dalam menjelang magrib, ternyata saya sudah bukaan 5-6. Si dokter gak jadi pulang.
Bukaan tujuh
Sudah mulai gak bisa ketawa. Nyeri kontraksi masih juga belum datang teratur. Si dokter bilang kalau belum teratur juga bisa diinduksi. Tapi saat dicek sudah bukaan 7. Saya bertahan mau melahirkan tanpa induksi. Saya sudah disuruh pindah ke ruang bersalin.
Bukaan sembilan dan akhirnya… Melahirkan
Setelah bukaan 7, nyeri kontraksi sudah tidak bisa ditahan lagi sakitnya. Rasanya seperti ada yang mendorong keluar dari vagina. Saat bukaan 9 saya ngeyel ngeden walaupun gak boleh, karena rasanya cuma itu satu-satunya cara mengurangi rasa sakit. Ketuban akhirnya pecah, bukaan telah lengkap. Baru si dokter masuk ruangan. Saya mencoba mengingat teknik mengejan seperti diajarkan di senam hamil. Setelah 2 kali mengejan, dokter sempat menggunting vagina, karena takut saya kehabisan tenaga. Saat kepala bayi keluar saya masih mengejan sehingga vagina robek cukup banyak dan saya mengeluarkan cukup banyak darah. Dokter berteriak “udah, jangan ngeden lagi udah keluar”.
Here the baby comes..
Saya melihatnya pertama kali keluar dan diangkat oleh dokter. Perasaan saya campur aduk. Antara bahagia dan setengah tidak sadar karena kehilangan banyak darah. Bayinya sempurna di mata saya terlihat luar biasa indah dan matanya mirip mata saya. Saya cuma bisa tersenyum lemah dan bilang “halo sayang, ini mama nak” saat bayi diletakkan di dada saya. IMD tidak berlangsung terlalu lama, mungkin karena kondisi saya yang sudah sangat letih dan nyaris tidak sadar. Alhamdulillah yang penting dapet kontak skin to skin walaupun bayi tidak sampai ke puting. Selamat datang di dunia, nak. Mama dan papa sayang kamu.
image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s