Cerita Daycare

Sudah tiga hari ini Kshatriyan saya titipkan di daycare yang berlokasi di komplek Pekerjaan Umum (PU), Jalan Raya Veteran Bintaro dengan nama Daycare First Rabbit. Alasannya klasik, yaitu masalah Asisten Rumah Tangga (ART) yang belakangan sering berhalangan masuk. Karena saya tidak bisa bolos kerja terus menerus, saya membulatkan tekad mendaftarkan Ia ke Day Care.

Faktor utama yang menjadi pertimbangan memilih Daycare adalah lokasi. Saya dan suami harus mengantarkan anak saya pagi-pagi dengan membawa kendaraan pribadi sebelum ke kantor, sehingga lokasi daycare harus searah dengan jalur kami berdua ke kantor. Faktor-faktor lain adalah adalah kenyamanan tempat, fasilitas yang diberikan, harga, dll.

Pengelola daycare ini adalah pasangan suami-istri yang sangat ramah. Mereka menjelaskan bahwa first rabbit menerima peserta daycare dari usia 0 bulan hingga 5 tahun. Menurut mereka, saat ini peserta muda yang mereka asuh berusia 7 hari. Daycare mulai beroperasi dari mulai jam 6.30 pagi (jadi tidak bisa menitipkan anak lebih pagi dari jam tersebut yaah). Mereka pun mengajak saya melihat seluruh ruangan daycare sambil menjelaskan fasilitas dan program yang mereka miliki.

Dayacare ini menerima peserta baik untuk harian maupun bulanan. Biaya bulanannya adalah 2.600.000 dengan biaya overtime 10.000/15 menit. Biaya tersebut sudah termasuk catering setiap harinya. Rasio pengasuh dan anak yang diasuh adalah 1:2-3 tergantung kebutuhan.

Ruangan daycare sangat bersih dan terawat. Seluruh ruangan dihiasi dengan pengaman benturan seperti matras dan busa di seluruh dinding. Selain itu, juga terdapat pagar pengaman bayi yang mencegah bayi dan balita untuk memasuki area dapur dan luar rumah. Dapur yang ada di sana merupakan dapur bersih yang tidak difungsikan untuk memasak. Seluruh aktifitas memasak dilakukan di rumah pemilik daycare yang terletak persis di belakang daycare. Terdapat juga fasilitas freezer ASIP, kamera CCTV, mainan perosotan, dll. Kamar tidur bayi dipisahkan dengan kamar tidur balita. Untuk bayi yang belum bisa merangkak, disediakan boks bayi. Sedangkan untuk bayi yang sudah bisa merangkak tersedia matras busa (seperti matras yang dipasang pada boks bayi).

Untuk program hariannya, terdapat kelas baby dan kelas anak. Ruang aktivitasnya pun dipisah. Bayi boleh ikut serta dalam kegiatan di kelas balita seperti bernyanyi, art, cooking class, dll selama didampingi oleh nanny. Untuk bayi kegiatannya adalah stimulasi motorik, warna, musik, dll. Setiap aktivitas dipimpin oleh para miss (teacher). What I like is, nannynya sangat educated (terlihat dari cara bicaranya dan caranya menjelaskan). Bahasa yang digunakan sepertinya adalah bilingual (karena susternya beberapa kali bicara dengan anak saya dengan perintah sederhana dalam bahasa inggris seperti stand up, dll).

Para ortu bisa memantau aktivitas anak mereka dengan menggunakan gadget (ponsel saya diinstalkan aplikasi yang bisa memantau aktivitas anak saya secara real time hampir disetiap sudut ruangan). Selain itu, saat menjemput kita bisa membaca laporan harian berisi informasi anak seperti informasi makanan, konsumsi ASIP, BAB, mood, aktivitas, suhu dan berat badan. Day care ini juga sangat PRO ASI. Mereka mendukung pemberian asi perah melalui media non dot. Selain itu, pemilik juga menanyakan hasil pumping saya per harinya, karena mereka berprinsip hasil perahan ibunya harus sama dengan jumlah konsumsi asip per hari. Saya langsung bersemangat mendengarnya mengingat sama si mbak kemarin konsumsi asipnya jauh lebih tinggi dari yang saya hasilkan.

Anywaaay..Kshatriyan masih suka drama kalau berpisah sama mama-papanya. Dia menangis bahkan menjerit-jerit waktu saya tinggal. Sungguh gak tega rasanya. Tapi saya yakin dia lebih baik dititip di daycare daripada bersama si mbak karena punya banyak teman dan kesempatan bersosialisasi.

Siangnya, saat saya pantau di cctv, dia sudah asik bermain bersama teman-temannya. Susternya bilang dia Cuma nangis kalau mau bobo saja dan juga happy kalau diajak aktivitas di child class. Saat saya jemput, surprisingly moodnya sangat bagus dan mukanya terlihat happy. Dia pun tidak berhenti mengoceh sepanjang jalan menuju rumah. Oooowh…I’m so proud of you baby!

2 tanggapan untuk “Cerita Daycare

  1. hai Moms….

    apakah masih memiliki informasi menngenai day care ini….. sepertinya bisa saya coba klo sewaktu2 si mba bermasalah ;]

    terimakasih ya mommies….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s