REVIEW PRESCHOOL BINTARO: RUMAH MAIN-MAIN

Akhirnya setelah berpikir panjang, Kshatriyan masuk sekolah di usia 2.5 tahun.  Nama sekolahnya adalah Rumah Main-Main di Bintaro Sektor 1. Well. Ini bukan sekolah yang pesertanya masuk sekolah setiap hari melainkan hanya 2x seminggu hari Selasa dan Kamis. Ia masuk di Kelas Baling-Baling untuk anak usia 2-3 tahun. Di luar jam sekolah, rumah main-main terbuka untuk umum sebagai indoor playground. 

Alasan saya memasukkan dia ke sekolah ini karena menawarkan masa transisi sebelum benar-benar masuk sekolah.Awalnya, saya belum terlalu yakin apa dia sudah siap untuk sekolah karena anaknya termasuk agak sensitif (a k.a cengeng kalau berpisah dari mama). Frekuensi masuk yang hanya 2x dalam seminggu dan jam belajar hanya dari jam 10.30-12.00 membuat saya tidak terlalu kuatir. Tersedia juga kelas pagi dan sore jadi bisa disesuaikan dengan siklus bobo anak.

Kelas baling (usia 2-3thn)

Baling pagi : jam8.30-10.00

Baling siang:jam10.30-12.00

Baling sore : jam15.30-17.00

Terlebih uang masuknya cuma 250,000 (dibayar setiap term 4 bulan) dan biaya bulanan 400,000. Saya rasa nggak terlalu memberatkan.

Kegiatan belajarnya apa saja sih? 

Awal term masih pengenalan dan adaptasi. Karena biasanya si kecil masih suka nangis. Hari-hari berikutnya sudah mulai nyanyi-nyanyi, baris berbaris, makan bersama, belajar menempel, belajar membuat bunga dari cap tangan, main kereta-keretaan, dsb. Bisa dicek di instagram kalau mau tahu kegiatannya.

Bahasa Pengantar:

Bahasa Indonesia:)

Jumlah siswa?

Kelas baru bisa dibuka jika minimal ada 5 siswa yang mendaftar.

Oiya, ada grup chat orangtua-guru untuk melihat video dan foto-foto aktivitas belajar. Tiap bulan orangtua dikirimi laporan hasil perkembangan belajar:)

Kalau anaknya nangis bagaimana?

Sayangnya Kshatriyan selalu menangis saat di bawa ke sekolah. Ia selalu mengamuk saat pengantarnya (mba nya) diminta untuk menunggu di luar. Hingga pertemuan ke-4 anak ini tetap saja ngamuk walaupun periode tantrumnya semakin singkat. Hiks..mamanya harus menegarkan hati melihat anak ini nangis. Karena bagaimanapun masa tantrum atau cemas berpisah itu adalah periode yang normal dialami setiap anak. Komitmen saya memasukkan dia sekolah adalah agar dia mandiri dan tidak melulu bergantung dan hanya akrab sama ART di rumah. Jadi walaupun dia menolak, saya tetap bawa dia ke sekolah. Walaupun saya bekerja dan tidak mengantar ke sekolah, setiap pulang kerja saya memutar video kegiatan kelas yg di share di group dan membahasnya bersama untuk memotivasi dia sekolah.

Go, Kshatriyaaan..Fighting!!!

Iklan

Satu tanggapan untuk “REVIEW PRESCHOOL BINTARO: RUMAH MAIN-MAIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s