Nyemplung ke Dunia Minimalis: Things I Stop Buying in 2018

Sejak berkenalan dengan dunia minimalism di Youtube dan Instagram, saya merasakan gairah untuk hidup lebih minimalis atau lebih sederhana. Dunia minimalism ini sebenarnya memiliki definisi yang sangat luas dan saya sama sekali bukan 100% seorang minimalis. Namun, saya cukup bangga untuk mengatakan bahwa saya telah menjadi orang yang jauh lebih bijaksana dalam hal berbelanja.

Ibu saya adalah orang yang sangat suka berbelanja. Beliau merasa selalu perlu membeli baju baru setiap kali akan menghadiri acara formal/resepsi pernikahan. Kami memiliki banyak sekali kebaya dengan berbagai warna dan kain batik/songket di rumah, namun rasanya semua tidak pernah cukup. Semua pakaian dari atas ke bawah haruslah senada dan sewarna. Tidak memiliki kaus kaki yang serasi, bawahan yang kurang sesuai, dan lain-lain adalah alasan umum bagi ibu saya untuk membeli benda-benda baru.

Tapi kemudian saya menikah dengan pasangan yang sangat  suka berhemat dan menabung. Dia hanya memiliki kemeja kerja sejumlah hari kerja dalam 1 minggu dan hanya akan membeli sepatu baru setelah sepatu lamanya benar-benar rusak.  Dia juga membenci kebiasaan saya membeli baju baru untuk resepsi pernikahan. Awalnya saya merasa seperti dihakimi dan dibatasi. Saya merasa bahwa pasangan saya sangatlah pelit. Namun setelah menyelami dunia minimalis, saya mendapat pembenaran akan hal-hal yang dilakukan oleh pasangan saya. Berhenti berbelanja hal-hal yang tidak kita butuhkan bukanlah pelit melainkan anti-konsumtif.

Baiklah, cukup berpanjang lebar mengenai diri saya. Hal-hal di bawah ini adalah daftar benda yang berhenti saya beli di tahun 2018 atau hanya saya beli dalam jumlah yang sangat sedikit atau bersifat sebagai barang pengganti dari barang yang sudah rusak.

  1. Tas

Saya dulu sangat menyukai tas. Saya membeli tas dengan harga yang cukup mahal bahkan ketika saya masih menjadi karyawan entry level  dengan gaji UMR (a.k.a kebanyakan gaya). Saya memiliki beberapa tas dengan model dan warna yang bervariasi agar bisa disesuaikan dengan gaya berpakaian. Namun saya menyadari bahwa tas adalah benda yang sangat memakan tempat penyimpanan, mudah rusak jika jarang digunakan, mudah rusak jika saya kehujanan, dan lain-lain. Tas dengan harga selangit membutuhkan perawatan dan tempat penyimpanan khusus. Semua itu terasa berlebihan bagi saya. Sekarang, saya berhenti membeli tas dan hanya menyimpan 3 jenis tas di lemari saya.

tas

Backpack   : Cocok jika anda suka membawa banyak barang bawaan ke kantor tapi tidak suka nenteng-nenteng tas tambahan.  Beli back pack dengan kualitas yang bagus dan anda akan terkejut dengan ketahanannya.

Tote Bag     : Saya memakai tote bag ketika berpergian dengan anak saya. Saya memilih ukuran yang agak besar untuk menyimpan baju ganti anak saya dan keperluan lainnya. Alih alih membeli tas perempuan dengan merek mahal tapi dengan kulit sintetis, saya memilih tas kulit asli buatan Garut/lokal yang tahan lama.

Tas kecil cantik : Jika ingin berpergian jarak dekat dengan bawaan yang lebih simpel, tas ini bisa dijadikan andalan.

  1. DVD

Siapa yang membutuhkan DVD di jaman sekarang?. Saya lebih memilih netflix atau Youtube.

  1. Sepatu

Sama halnya dengan tas. Sepatu dengan harga terjangkau akan mudah rusak jika anda memakainya setiap hari apalagi di musim hujan. Sepatu yang mahal akan membutuhkan kehati-hatian dan kecermatan dalam menggunakan dan merawatnya. Jika anda pengguna transportasi umum seperti saya, yang anda butuhkan hanyalah sebuah sepatu yang nyaman untuk anda pakai ke kantor sehari-hari. Pakai sepatu itu hingga rusak dan benar-benar butuh untuk diganti.

sepatu

  • Sepatu sneakers yang nyaman untuk berdiri dan berjalan jauh. Saya kebetulan suka jalan kaki. Saya memilih kualitas dengan kualitas yang bagus untuk kenyamanan.
  • 1 sepatu formal yang bisa multifungsi, bagus untuk jalan-jalan namun juga terlihat resmi untuk disimpan di kolong meja kantor untuk menghadiri meeting/seminar yang mengharuskan kita berpenampilan lebih rapih.
  • Sepatu sendal cantik untuk dipakai dengan atasan dress atau baju yang lebih girly atau sekedar ke mall.

Bagaimana dengan sepatu ‘undangan’?. Saya tidak membeli melainkan membajak sepatu ibu saya. hehehe.

  1. Asesoris

Saya memiliki kalung yang sangat simple berwana keemasan lengkap dengan sepasang anting yang senada. Modelnya yang sederhana membuat saya bisa menggunakannya untuk berbagai jenis pakaian dan acara.

  1. Baju

Saya benci lemari yang sumpek seperti lemari saya saat ini. Saya bahkan belum sempat melakukan rutinitas ‘lungsurin baju’ seperti dulu, jadi saya lebih baik berhenti berbelanja. Saya hanya menyimpan sedikit sekali baju ‘undangan’ dan saya gunakan berkali-kali.

  1. Jurnal/diary/notes

Saya memilih menghemat tempat dengan menyimpan keluh kesah dan catatan saya secara digital.

  1. Majalah

Tahun 2014 saya membeli majalah kehamilan/parenting di toko majalah bekas dengan kondisi majalah yang masih teramat sangat bagus. Sekarang majalah tersebut saya jual kembali ke tukang barang bekas gerobakan. Saya membaca majalah hanya jika sedang mengantri dokter kandungan/dokter anak (lumayan gratisan).

  1. Snack

Hanya memakan snack oleh-oleh kalau ada yang balik dari kampung. Hehehe.

  1. Coffee

I quit drinking coffee karena selalu berdebar jika minum kopi. Suami tidak ngopi. Jadi kami berhenti memasukkan kopi dalam daftar belanjaan.

  1. Piring, sendok, dan peralatan makan lain

Pakai semua yang ada sejak awal kami menikah. Tidak perlu membeli versi yang lebih cantik, lebih enak dilihat, lebih pantas. Hargai dan gunakan hingga benar-benar rusak.

  1. Sale Item

Hanya karena sedang diskon, bukan berarti kita harus membeli. Saya selalu melewatkan flash sale atau diskon apapun itu karena sudah memiliki jadwal belanja rutin. Pakaian anak menjelang lebaran, perawatan kulit di akhir tahun, celana kerja hanya jika sudah kekecilan atau lusuh .

  1. Make Up & perawatan badan/rambut yang berlebihan

Saya hanya punya 1 foundie, 1 blush on, 1 maskara, dan beberapa lipstik. Hanya akan beli baru jika sudah habis atau kadaluarsa. Cuma pake make-up kalau pergi undangan. Sama halnya dengan make up, saya tidak membutuhkan banyak perawatan tubuh selain sabun dan losion.

Bagaimana cara membiasakan diri hidup dengan barang-barang terbatas?. Hal yang terpenting menurut saya adalah menerima diri kita. Bahwa kita tidak perlu berpenampilan seperti orang lain hanya untuk diterima atau menyenangkan orang lain. Tidak membeli bukan berarti kita tidak sanggup untuk membeli namun belajar untuk bijaksana.

Para penganut paham minimalis pasti akan menanyakan hal-hal berikut sebelum membeli barang?

  • Apakah saya benar-benar membutuhkan barang itu?seberapa sering akan saya gunakan?
  • Apakah saya sudah memiliki barang yang serupa/memiliki fungsi yang sama dengan barang itu?
  • Apakah saya tau bagaimana cara menyimpan atau menjaga barang tersebut?
  • Dimana saya akan menyimpan barang tersebut?
  • Dapatkah barang itu bertahan lama?
  • Adakah barang lain yang lebih saya perlukan?

Jadi bagaimana? apa anda tertarik mengadopsi gaya hidup minimalis?. Jika ya, saya memiliki banyak refrensi kanal-kanal Youtube atau pun sumber bacaan untuk anda ikuti diantaranya:

maxresdefault

  • Joshua Becker: Becommingminimalist.com, The more of less (ada free pdfnya di google)
  • Marie Kondo (buku): The life changing magic of tidying up (ada versi bahasa indo)
  • Pick Up Limes-Kanal Youtube
  • The Minnimalist-Kanal You tube
  • Jenny Mustard, Madeline Olivia, Matt D’Avella (Kanal Youtube)

Kanal Youtube lain mengenai finance, frugal living & budgeting rumah tangga yang terkait dengan hidup sederhana:

  • Pennies into Pearl
  • Budget Girl
  • Jordan Page: Funcheapforfree

Percaya deh, hidup dengan sedikit barang akan membuat diri kita lebih bahagia dan terbebas dari kegiatan beres-beres yang melelahkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s