Ikutan Kumon!

“Kshatriyan, 8 + 5 berapa?” tanya Papa sambil nyetir kepada anak saya yang sedang duduk di kursi penumpang sebelahnya.

“Hmmm..sebentar-sebentar… (jeda panjang) 13” jawab anak itu akhirnya..

“Kalau 9+7?” tanya si Papa lagi

“ehhhmmmmm…..(sambil berhitung pake jari) 16 ya?”

“iya bener”

“terus pa..tanya lagi” tantang Kshatriyan semangat.

Sejak bulan November lalu, saya mendaftarkan Kshatriyan (5yo) ke Kumon di area Bintaro Sektor 3.  Saya mendaftarkan dia ke Kumon karena belakangan anak ini sedang senang-senangnya melakukan tanya jawab penjumlahan dengan papanya. Kebetulan anak ini memang sudah bisa sedikit-sedikit berhitung dan melakukan penjumlahan. Iseng saya tawarkan dia untuk mencoba trial yang memang sedang diadakan di tempat les tersebut. Ternyata dia antusias. Saya pun langsung menelpon tempat les tersebut untuk mencari-cari informasi lebih lengkap.

Nggak terasa sudah beberapa bulan sekarang berjalan sejak pertama saya mendaftarkan anak saya ikut Kumon. Di sini saya mau sedikit sharing mengenai pengalaman ikut Kumon untuk para orangtua lainnya. Keep reading yaah.

Ternyata, kalau dilihat dari spanduk, trial ini hanya bisa dilakukan jika memang sedang ada program trial di Kumon (correct me if I’m wrong yaa). Sebelum ikut program trial, calon peserta WAJIB hadir untuk ikut tes penempatan untuk mengetahui starting point anak itu. Berikut adalah gambar yang menjelaskan tiap atau tingkatan pada Kumon.

Setelah melakukan janji temu dengan pihak Kumon, saya pun meluncur untuk mengajak Kshatriyan ikut tes. Kshatriyan diajak duduk dan ditemani oleh kakak pengajar untuk melakukan tes-tes seperti kemampun tracing angka, menuliskan bilangan, menyebutkan angka, dan lain-lain. Tidak lama kemudian, kakak pembimbing pun menjelaskan hasil tes. Kshatriyan mulai dari level 4A. Karena sudah lulus tes penempatan, Kshatriyan boleh lanjut ke program trial. Program trial gratis ini boleh diikuti untuk 4 kali pertemuan. Cihuy kan?.

Oiya saya lupa menjelaskan, Kumon itu punya 2 program yang dileskan yaitu Math dan English. Sementara saya coba Matematik dulu, takut anaknya nyerah di tengah-tengah. Metode belajarnya itu nggak kaya di sekolah ya.. Anak boleh datang setiap hari Senin dan Kamis di jam berapapun (selama jam kerja) dan belajar selama 1 jam saja. Belajar di sini murni tok hanya didampingi mengisi lembar-lembar kerja latihan sesuai tingkatannya. Kalau si anak sudah mulai bingung atau mulai putus asa, baru deh kakak pendamping memberikan bantuan.

Lalu ketika peserta Kumon atau si anak selesai (biasanya sih malah less than 1 hour ya), peserta akan diberikan PEER atau lembar kerja di rumah..hahaha ini dia nih tantangannya. Seberapa banyak PEERnya? Sejumlah hari libur sampai ke hari belajar Kumon selanjutnya. Contoh nih..si Anak pergi ke Kumon di hari Kamis dan akan datang les kembali di hari Senin, maka dia akan membawa 3 booklet lembar kerja untuk dikerjakan di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (Whaat??wiken ada PR juga??).

 Yes.. Inilah kelebihan sekaligus tantangan dalam mengikuti program Kumon. Orangtua harus menyediakan specific time (1 hour or less) untuk yang namanya Kumon Time. Di sini kita harus memotivasi anak untuk memilih sendiri waktu Kumonnya, menyemangati dia ketika Kumon Time tiba, mendampingi dia selama mengerjakan lembar kerja, dan menyemangati dia untuk stay focus sampai 1 booklet selesai dikerjakan. Tidak lupa kita mencatat waktu start dan waktu anak menyelesaikan semua soal-soal di Kumon ini (1 booklet=10 halaman). Untuk awal-awal, jika anak masih susah disuruh fokus, booklet ini boleh di split 5 halaman dulu, baru lanjut 5 halaman lagi.

Jangan tanya susahnya kaya apa deh nyuruh anak yang gak bisa diem ini untuk fokus ngerjain lembar kerja. Duileh..dari mulai bikin theme song “Kumon Time” pake background lagu iklan Tiket.Com sambil joged2 sampai saya fotocopy tuh lembar kerja dan ngajak dia balapan cepet-cepetan ngerjain supaya dia semangat kalau ada yang nemanin. Ada kalanya dia ngeluh-ngeluh,bernegosiasi, ngerjain lambat-lambat, ngerjain tapi asal-asalan, tapi lucunya ada kalanya juga nih anak malah bilang gini “Kumon Time yuk”.

Sekarang setelah hampir 3 bulan Kshatriyan mengikuti program Kumon ini, satrian sudah naik level ke level 3A. Menurut tutornya, jika Kshatriyan terus semangat dan mau mengikuti Kumon terus tanpa cuti, dia akan bisa menyelesaikan soal yang melebihi tingkat kesulitan di level sekolahnya nanti saat dia masuk SD.

I know, mungkin ada beberapa orang yang mungkin merasa kalau pemberian PR ini agak too much untuk anak seusia anak saya. Tapi menurut saya itu kembali ke kita sebagai orang tua, apa kita sangat terfokus ke hasil kah? Atau yang penting anak saya bisa ‘enjoy the process?’. Bagi saya menanamkan kultur cinta belajar itu lebih penting daripada ngoyo sama hasil. Anak harus menikmati waktu belajar tersebut.

Belajar Transportasi Umum: Jalan-Jalan Naik Commuter Line ke Kota Tua

Weekend kali ini kita leyeh-leyeh sampai siang hari tanpa rencana untuk keluar rumah. Malas, capek, gerah itu yang ada di pikiran kami. Setelah Dzuhur, saya tiba-tiba spontan bilang “naik kereta yuk ke Kota”. Begitu mendapat approval dari pak suami, kita langsung bersiap-siap dan berangkat.

Kita naik mobil ke Pondok Ranji yang merupakan stasiun terdekat dari rumah kami. Karena kereta cukup lengang, Kshatriyan tampak sangat menikmati perjalanan malahan dia sempat pilih berdiri dan nggak mau duduk.

WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(2)WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(3)

Dari pondok ranji kami bertolak dan berpindah kereta Tanah Abang lalu turun di Sudirman. Kita sengaja turun di Sudirman karena mau ngajak Kshatriyan naik Trans Jakarta. Ternyata Trans Jakartanya penuh sesak dan apesnya Kshatriyan mengantuk. Beruntung kami dikasih duduk dan Kshatriyan ketiduran di kursi bus. Hihihihi.

WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(4)

Rencana jadi berantakan karena kita begitu turun bus, saya bergantian dengan suami menggendong Kshatriyan sepanjang jalan. Sampai di Kota, kita mampir makan bakso di pinggir jalan. Timing nya pas banget karena Kshatriyan sudah bangun dan dia kelaperan. Sekali-sekali makan di gerobakan nggak apa-apa ya naak.. hehehe.. namanya juga liburan irit.

Selesai makan, kita mampir ke Museum Bank Indonesia (MBI). Gedung MBI terdiri dari dua buah lantai. Bagian lantai yang digunakan untuk museum berada di lantai dua. Di museum ini anda bisa melihat sejarah mata uang Rupiah dari masa ke masa. Ruang pameran uang logam/koin adalah bagian yang paling menarik bagi saya.

WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(5)WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(6)WhatsApp Image 2018-03-14 at 12.55.03(7)

Berikut sedikit detail jika anda tertarik untuk mengunjungi museum ini:

Jam Buka
Selasa-Jumat 08.00-15.30 (Jumat tutup jam 11.35-13.00)
Sabtu-Minggu 08.00-16.00
Senin dan Hari Libur Nasional TUTUP

Tiket Masuk
Perseorangan IDR 5K
Rombongan yang sudah reservasi, pelajar, mahasiswa, anak di bawah 3 tahun GRATIS

Untuk menuju ke Museum Bank Indonesia (MBI), cukup gampang. Anda bisa naik Transjakarta dan turun di Stasiun Kota.

Happy Weekend semuanya….

 

15 Rekomendasi Main Dengan Toddler Tanpa Gadget

Saya bukan barisan anti-gadget garis keras, artinya..saya masih suka membiarkan anak saya nonton you tube dan lain-lain. Bagi saya, banyak konten you-tube yang cukup edukatif dan berguna banget jika saya benar-benar butuh waktu serius sebentar tanpa gangguan si kecil atau saat di perjalanan. Namun, saya tidak suka jika anak saya sampai merengek-rengek minta diputarkan you-tube atau seharian malas beraktivitas di luar rumah karena you-tube. Ini sih jatuhnya sudah addict dan tidak bisa ditoleransi.

Untuk menghindari screen time yang over dosis, saya mencoba mengeksplorasi jenis mainan yang saya belikan untuk si kecil. Anak saya penggemar berat mobil diecast dan seakan tidak akan bosan berapa pun banyaknya mobil-mobilan yang saya belikan untuknya. Namun, saya harus memberikan ia variasi mainan yang bisa membuatnya telaten, kemampuan motoriknya berkembang, imaginasinya bertambah, dan yang pasti bisa membuatnya tenang tanpa you tube.

Berikut adalah sederet mainan yang bisa dijadikan pengganti gadget:

  1. Main Masak-masakan

 

Anak laki-laki main masak-masakan? Emang boleh?.  Anak saya sudah main masak-masakan mungkin sejak dia bisa duduk (lupa sejak kapan). Saya memang membiarkan dia main dengan wajan, panci, teflon, spatula, dll. Tidak lupa saya ajari dia mengenai bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, lada, tomat, cabai, nama-nama sayuran, kecap, garam, dll. Ia juga sudah memahami step memasak sederhana seperti memasukkan minyak, mengiris, mengoseng, dll. Untuk bagian mengiris, saya menggunakan pisau mainan dan play dough/lilin. Saya juga mengizinkan dia menuang dan mengaduk air dengan tetap mengawasinya sepanjang ia bermain supaya tidak terpeleset. Permainan masak-masakan ini ampuh membuat dia duduk untuk waktu yang cukup lama.

  1. Main Tukang Paket/Delivery Boy

Permainan ini tercipta karena saya punya online shop, otomatis si kecil sudah hapal dengan rutinitas packing dan pengiriman paket. Cara mainnya cukup gampang, cukup berikan si kecil mainan kecil untuk dibungkus, kotak sepatu, kertas koran, plastik keresek, double tape, dll. Lalu setelah mainan berhasil dibungkus, biarkan dia berpura-pura menjadi tukang paket dengan sepeda atau mobil-mobilannya.

  1. Main Tenda-tendaan

Ini mainan andalan saya di malam hari kalau saya sudah terlalu lelah untuk menemani dia lari-larian. Cukup sediakan karpet, tenda, bantal kecil, termos, tempat makan dan minum plastik, dan senter. Hehehehe… Bisa main kemping-kempingan, main tok-tok-tok (tamu-tamuan), dll.

 

  1. Mainan Kinetic Sand

Ini mainan yang biasa dimainkan saat waktu makan, supaya si kecil anteng. Pasir kinetik ini lembut banget, gampang dibentuk dan relatif mudah untuk dibersihkan. Siapkan alas koran dan baki/nampan dan wadah-wadah kosong supaya tidak berantakan. Untuk variasi, kita juga bisa menambahkan dump truck, traktor, excavator, dll untuk dimainkan di atas pasir.

  1. Lilin oh lilin/Modelling clay

 

Kalau anda punya budget berlebih, anda bisa mengandalkan play doh. Namun bagi saya, play doh terlalu mahal jadi saya lebih memilih lilin yang berbentuk kotak-kotak dan beraneka warna (harganya murah pastinya). Lilin macam ini bagi saya selain murah juga punya kelebihan lain dibanding fun doh yaitu tidak cepat kering. Lilin ini bisa kita bentuk jadi apa saja, be creative! Kalau perlu contek di internet.

  1. Main air

ini beberapa ide seru untuk main dengan media air:

  1. Magic baloon, coba cari di tokopedia, dll. Fotonya silahkan lihat di bawah. Cara mainnya, cukup masukkan selang air ke mulut balon yang terbuat dari plastik dan balon akan mengembang dan berisi air. Jika sudah cukup besar dan terisi banyak, balon bisa terlepas sendiri dari gagangnya. Balon air ini bisa pecah jika dibanting di lantai jadi seru bisa untuk perang balon.
  2. Water beads, saya rekomendasikan beli di tokopedia atau di tokomainanedukasi.com, harganya cuma 9,000/bungkus, cukup direndam semalaman, nanti gelembung-gelembungnya bisa dimainkan didalam air dan diremas-remas sampai pecah. Seru!!, kalau mau beli sekali banyak yaah..karena memang gampang pecah.
  3. Air+Glitter, tuang air ke dalam botol air mineral bekas, campur glitter, kocok!
  4. Tuang dan Saring, ini juga gampang banget tinggal sediakan banyak wadah botol bekas, gelas, mangkok, dan saringan minyak
  5. Cuci Piring, sediakan wadah makanan dan minuman plastik, spons, baskom berisi air, dan sabun anti pedih di mata.
  6. Cuci sepeda/ cuci mobil/cuci mainan
  7. Siram tanaman
  8. Lego. Lego itu banyak jenis dan macamnya. Make sure membeli lego yang sesuai dengan usia anak. Anak yang masih kecil, butuh lego yang ukuran perbuahnya agak besar dan gampang ditempelkan satu sama lain (dalam hal ini lego cina murah agak lebih cocok). Lego pipa juga bagus untuk variasi jika si kecil bosan dengan lego biasa. Lego tidak hanya berguna untuk main susun, pasang, bongkar saja..tapi bisa berguna untuk membuat trek terowongan saat main mobil-mobilan, membuat pagar/gerbang, dll.
  1. Menggambar, Melukis, dan mewarnai

Saya selalu menyediakan buku gambar besar  walaupun isinya coretan benang kusut semua. Hahaha.. pastikan kita punya art supply macam spidol, crayon, cat poster (cari yang murah). Biarkan dia mencoret sesuka hati. Sambil menggambar, anda juga bisa sambil bercerita supaya ia terhibur. Ide lain yang tidak kalah menarik adalah face painting dengan cat khusus wajah yang non-toxi

  1. Menggambar dengan kapur

Salah satu permainan favorit anak saya. Saya kasih dia kapur, supaya dia tidak mencoret-coret dinding dengan spidol. Biasanya dia nyoret-nyoret daun pintu pakai kapur. Jadi mudah dibersihkan. Anda bisa membelikan dia papan tulis kapur yang berbentuk stiker yang bisa ditempel di dinding. Jadi bisa bebas debu.

  1. Mainan Parkir-parkiran, nanti saya pos cara seru bikin mainan DIY parkir-parkiran ya..sementara saya mau kasih rekomendasi maianan ini:
  2. Boneka Tangan

Selalu membantu kalau saya benar-benar capek untuk mengajak dia bermain

  1. Mainan alat musik+dance

Biasanya saya nyalakan musik otomatis dari keyboard mainannya dan mengajak dia jenjingkrakan (Sekalian supaya mamanya kurus).

  1. Mainan memasang/menguntai manik-manik kalung

Yang ini wajib banget untuk didampingi ya..bagus untuk melatih kesabaran anak.

  1. Main Warung-warungan/Belanja-belanjaan

Sediakan mie instan, sabun batangan, makanan kaleng, botol sampo,dll. Ajak anak belanja menggunakan plastik kresek atau shopping trolley mainan.

  1. Main Sapu & ngepel

Biarkan dia belajar menyapu dan mengepel dengan tetap diawasi ya..si kecil pasti suka!

Ada ide lain? Sharing yuuk!

 

Kshatriyan Can Spell a Word!

Kshatriyan sedikit demi sedikit sudah bisa mengeja. Saat ini usianya 2 tahun 9 bulan. Saya tidak pernah benar-benar mengajari dia Calistung. Hanya saja seringkali saya kehabisan ide menggambar kalau sedang nyoret-nyoret bareng buku gambar. Kalau lagi kehabisan ide kayak gini, saya biasanya tulis alfabet sambil ngoceh gini “A..Ayam, B bebek”.

Suatu hari saya sedang bercerita

“iya, teman mama yang tadi si Tante Davi”

“Siapa namanya mama?” Kshatriyan minta diulang

“Davi”

“Pakai huruf apa?”

“D-A-DA-V-I-VI”

Ooh rupanya dia sudah menyerap ilmu itu (batin saya).

Atau dia sering ngoceh sendiri “B..Bude, E..Eyang”.

Kshatriyan hafal alfabet sendiri dari lagu ABCD versi bule maupun versi indonesia. Media belajar yang paling sering saya gunakan adalah papan tulis kapur di rumah, buku gambar dan magnet alfabet yang saya beli di Toko Buku Bekas Pasar Modern Bintaro (FYI serius ini saya beli besar banget hurufnya, lengkap dengan angka dan muraaah). Sekarang, anak ini jadi suka mengeja “K-A-KA-K-I-KI-KAKI”. So adorable!!

Kshatriyan belajar road safety: seri edukasi dari rumah

Ajarkan anak tentang road safety sejak dini, yuk!. Bahkan anak umur 2 tahun saja bisa diajari soal keselamatan looh.. Saya memulai topik road safety ini dari hal sederhana seperti kata-kata “hati-hati nak, ada motor”, atau menjelaskan fungsi lampu lalu lintas ketika kami sedang berkendara. Berikut materi edukasi yang bisa digunakan untuk mengajari anak mengenai konsep road safety :

  1. Lagu/video bisa diunduh disini:Traffic Lights | Car Songs | PINKFONG Songs for C…: https://youtu.be/PR1NEvdWmmk liriknya bagus banget untuk belajar keselamatan di jalan raya. Whenever you cross the street, you must see the traffic light, red light means stop, yellow light means yield.. 
  2. Buku cerita, saya pilih sound book nya wheel on the  bus supaya seru ada musiknya. Buku ini bisa mengajarkan hati-hati saat menyebrang jalan dan zebra cross. Atau buku ini: 
  3. Penggunaan car seat. Terutama ketika berkendara di jalan tol. Ajarkan juga tentang fungsi seat belt. Kebetulan mobil kami ada fitur bunyi otomatis kalau pilot dan copilot tidak memasang seatbelt. Bunyi ini cukup ampuh untuk memancing rasa penasaran Kshatriyan. ” Oh iya, mama lupa pasang seat belt jadi bunyi deh mobilnya”.
  4. Saya selalu menerangkan pada Kshatriyan mengapa mama dan papa selalu memakai helm ketika naik motor. Kshatriyan suka bertanya “kalau gak pakai helm?”, saya jawab ” nanti, kalau motor nya jatuh, kepala kita bisa luka dan sakit”.
  5. Saat bermain mobil-mobilan, tanamkan dialog seperti “hati-hati teman-teman, truk mau lewat nanti ketabrak”.
  6. Ajarkan soal polisi. Apa peran polisi di jalan raya.

Manfaat positif dari mengajari dia road safety adalah dia suka reflek minggir atau meluk saya kalau tiba-tiba ada mobil/motor lewat saat kita jalan. Dia juga ngoceh kalau lewatin lampu lalu lintas ” kalau lampu hijau mobingnya jalan, kalau merah berhenti”. Proud of you, son!

Kshatriyan belajar dari buku bekas (Part 1): edisi edukasi dari rumah

Kshatriyan termasuk anak yang hobi dibacain buku. Kalau lagi mau didongengin biasanya dia bawa buku ke saya sambil bilang “bacain dong ma”. Hahaha. Awalnya saya biasain dia baca buku sambil breastfeeding (daripada emaknya main hape). Lama-lama dia sering membawa bukunya sendiri minta dibacakan. Kebanyakan (hampir semua) buku yang saya beli untuk Kshatriyan adalah buku bekas.

Saya mau kasih review beberapa buku bagus yang bisa membantu anak seumuran anak saya belajar (2 tahun 4 bulan). Maaf sebagian besar fotonya saya ambil dari mbah google karena kualitas kamera hape kurang bagus. Silahkan cekidot:

  1. Buku look and find atau first thing to spot about. Rekomendasi saya adalah Usborne book. Untuk anak yang belum terlalu betah dibacain cerita, coba pilih buku yang ada judul ‘look and find’ atau ‘first thing to spot about’ nya dulu. Buku look and find ini adalah tipe buku yang berisi banyak banget gambar (kecil-kecil) benda-benda dan aktivitas yang beranekaragam (misal di taman bermain, di sekolah, dll). Jadi anak-anak bisa main tunjuk-tunjuk gambar. Buku ini bagus untuk menambah perbendaharaan kata anak. Contoh lots of thing to spot at school, lots of things to spot in the town, dan lots of thing to spot on holiday. However, buku usborne ini rada mahal. Alternatif nya coba deh ubek2 pasar buku bekas. Saya nemu juga buku Toys Story Look and Find yang seperti ini : ini cuma 10ribu hard cover lagi. Yeee…menang banyak.

  2. Buku cerita Big and Small, buku ini beli di pusat buku bekas. Gambarnya eye-catching, kalimatnya singkat dan mudah dipahami. Buku ini lucu banget buat belajar lawan kata. Ini beli di tempat buku bekas juga harganya 10ribu saja.
  3. Buku Sooty’s First Book of Shapes. Ini juga beli di toko buku bekas pasar modern bintaro. Harganya cuma 5 ribu rupiah saja. Buku ini membantu anak mengenal bentuk-bentuk dan aplikasinya di kehidupan seperti roda ban yang berbentuk lingkaran, segitiga pada topi penyihir atau potongan pizza, dll.sootysimg_20161031_205838.jpg
  4. Buku  flip and find Doctors by Samantha Meredith dengan Publishernya Campbel. Buku ini bisa dibolak balik jadi halaman besar banget. Jadi banyak surprisenya. Bagus karena bisa mengajarkan anak untuk bersabar saat ngantri di dokter, tidak takut disuntik, tidak takut minum obat, apa itu apotik, dll. Ini beli online.Harganya lumayan mahal:(
  5. Buku tentang emosi, karakter, dll. Favorit saya adalah buku little miss atau mr men. Buku ini menarik sekali looh.. isinya tentang berbagai karakter tokoh utama seperti little miss clumsy, little miss neat, dll. Buku ini onlinenya muahal banget. Saya nemu dengan susah payah di kios buku bekas blok m square.
  6. Buku tentang akhlak dan perilaku yang baik. Ini tentang sharing saat bermain supaya nggak rebutan sama temen.
  7. Buku tentang rutinitas seperti hari sudah malam, ayo kita bobo, jangan lupa sikat gigi dulu. Ini beli di kios buku bekas dan hard cover.img_20161031_205435.jpg
  8. What Makes it Rain? dari publisher usborne. Bukunya seru bisa dilipet2. Kshatriyan suka banget. Bacainnya sesuai usia ya teman-teman. Misalnya, “kalau hujan awannya gelap jadi warna abu-abu, burungnya tidak kelihatan ketutup awan. kasihan mama burung, dia nyariin anaknya. Kalau dibacain saklek kaya text bukunya kuatir dia belum ngerti.img_20161031_213905_674.jpg
  9. Sticker book. Ksatriyan belum bisa lepas stickernya. Jadi mamanya yang ngerjain. Cocok untuk perjalanan mudik atau dipesawat. Supaya si kecil tetap sibuk. Sticker book ini banyak banget di kios buku bekas.

Kenapa semua buku saya buku dalam bahasa inggris?, saya nggak bermaksud kebule-bulean…hanya saja buku terbitan luar lebih beragam topiknya dan lebih kreatif dalam hal konten dan ilustrasi. Namun saat membacakan cerita, saya mengutamakan menggunakan Bahasa Indonesia daripada bahasa inggris.

Sebenernya masih banyak buku yang mau saya review. Tapi mamanya Kshatriyan pegel ngetik dan entar jadi kepanjangan. Kapan-kapan saya buat jilid 2 ya.. Intinya adalah don’t waste too much money dengan membeli buku-buku mahal. Supaya nggak sakit hati kalau disobek.  Feel free to comment and share. Cheers!

Kshatriyan belajar besar dan kecil: edisi belajar

Kshatriyan belajar kata besar dan kecil sebenarnya sudah cukup lama. Sebagian besar kata besar dan kecil dia pelajari dari percakapan sehari-hari seperti:

“Sepatu mama besar, sepatu Kshatriyan kecil” atau membandingkan ukuran mainannya seperti “mobil yang ini besar, mobil yang ini kecil”. 

Saya juga seringkali membacakan dia buku cerita yang menekankan lawan kata atau besar dan kecil untuk menambah pemahamannya. 

Buku big and small ini cukup membantu pemahamannya, ceritanya tentang raksasa dan anak kecil yang sama-sama membangun sebuah rumah. Si anak kecil merasa kesusahan karena ukuran kayu yang terlalu besar, palu yang terlalu berat, dan pintu yang terlalu tinggi untuk dicat, sementara raksasa merasakan hal yang sebaliknya. Kshatriyan sangat enjoy dengan buku ini