Tips Berjualan di Bazaar Perkantoran Bagi Pemula

Hai hai my lovely readers!

 

img_20161129_095330.jpg

Tanggal 29 November sampai dengan 2 Desember 2016, saya membuka booth di Bazaar perkantoran untuk pertama kalinya. Terus terang pengalaman saya di dunia perbazaaran itu nol besar dan saya cuma modal nekat saja. Misi utama saya bukan sold out, melainkan memperkenalkan brand dan meningkatkan traffic dan penjualan dari instagram maupun market place.

Produk unggulan dari brand yang saya promosikan sebenarnya adalah sprei, hanya saja untuk berjualan sprei dalam jumlah banyak di bazaar membutuhkan modal yang lumayan besar. Saat itu modal saya dan suami nggak cukup untuk berjualan sprei. Maka jauh hari sebelum bazaar, saya dan suami sudah mencicil menjahit sarung bantal sofa secara rutin sedikit demi sedikit. Sarung bantal sofa ini relatif kecil modal dan ongkos jahitnya. Sambil menunggu kami mampu membayar booth dan bisa cuti dari kantor, saya menjual sarung bantal sofa secara online juga. Sehingga, ketika saatnya tiba, kami hanya perlu menambah jumlah stok saja dan membeli perlengkapan tambahan.

Karena kuatir booth kami kosong melompong karena sedikitnya stok yang kami punya, saya dan suami menerima titipan barang dari penjahit konveksi untuk titip jual. Lucunya adalah kami memiliki kompetitor kuat dari tenant yang menjual barang serupa di bazaar tersebut. Untungnya kami bisa menyiasati dengan menjual berbagai produk varian seperti sprei waterproof, selimut, piyama bayi, dll untuk memperkecil ruang kompetisi.

Mau berjualan di bazaar juga?, berikut adalah tips and trik bagi seller pemula seperti saya:

  1. Cari tahu. Cari tahu mengenai lapak bazaar, fasilitas yang disediakan, harga sewa, jadwal dan reputasi EO. Cari tahu juga mengenai brand yang dijual di bazaar tersebut untuk menghindari persaingan sengit.
  2. Survei lapangan. Datang ke lokasi bazaar yang diminati untuk melihat posisi booth yang paling strategis. Umumnya, semakin strategis posisinya semakin mahal harga sewa boothnya. Namun pelajaran mahal yang saya dapat adalah beberapa posisi walaupun tidak strategis bagi customer namun memiliki keunggulan bagi seller. Contohnya seperti adanya space kosong di belakang booth akan menguntungkan seller karena bisa mencuri sedikit space lebih banyak dari area yang sudah ditentukan. Waktu itu kebetulan saya memilih lokasi dimana tidak ada booth lain di belakang booth saya. Sehingga saya bisa menyimpan karung, container kosong dll di area kosong tersebut tanpa membuat booth saya menjadi sesak. Cari tahu juga lokasi parkir yang strategis untuk loading barang.layout-bazaar-wisma-antara-feb15
  3. Well Prepared is the key. Cari tahu jadwal loading bazaar yang biasanya H-1. Saat loading barang untuk pertama kalinya, kerahkan bala bantuan dan kemas produk anda dalam tas besar yang mudah dijinjing atau diletakan di container yang memiliki roda sehingga mudah dipindahkan/ditarik. Jika perlu kita bisa membeli trolley sendiri untuk mengangkut barang yang berat. Jika anda membawa rak knock down pastikan anda sudah mahir merakitnya sebelum bazaar. Loading adalah bagian yang paling melelahkan sehingga pastikan ada orang yang membantu anda untuk mengangkut barang.445lugggae-trolley
  4. Small thing matters. Perintilan kecil macam terpal untuk menutup barang saat booth tutup, tali rafia, peniti, kantong kresek untuk packaging, taplak meja yang eye catching, dekorasi yang baik, uang receh untuk kembalian, karet gelang, ATK macam spidol, kertas, gunting, lakban, dll akan menjadi penyelamat anda.
  5. Promosi, Promosi, Promosi. Tak peduli ramai atau sepinya booth anda nanti. Siapkan standing Banner, brosur dan kartu nama jika anda memiliki toko online. Expect them to visit your online shop next time! Selipkan kartu nama di plastik blanjaan Ini adalah kesempatan emas bagi anda untuk memperkenalkan varian atau produk lain. img-20161128-wa0061.jpeg
  6. Cari partner untuk menjaga stand selama bazaar sehingga bisa gantian shalat/makan.
  7. Stay safe. Simpan uang dan barang berharga lainnya di tempat yang aman untuk menghindari kehilangan/pencurian. Bawa tas pinggang untuk menyimpan uang kembalian.
  8. Sale attracks customer. Ada produk yang tinggal 1 piece?, kurang laku?, ada sedikit cacat?, Letakkan di keranjang bertulisan SALE!!Sale - Bags
  9. Bawa makanan, minuman, dan cemilan sendiri. Karena godaan untuk jajan selama jaga stand sangat besar dan menguras kantong.
  10. Be nice to customer and other seller. Tenant atau seller lain di kanan-kiri anda adalah sumber informan yang sangat baik untuk mengetahui peluang bazaar di tempat lain yang ramai pembeli, tips dan trik berjualan, black list EO, dll.
  11. Be Pretty and good looking!! Dandan yang rapih dan menarik namun tidak berlebihan.
  12. Menjual Produk Sampingan. Jual makanan? Tambahkan varian minuman atau snacks. Dalam kasus saya, saya menjual sprei anti ompol, selimut, sarung bantal cinta dan imut. Ini sangat penting untuk menambah pemasukkan, mengurangi persaingan dan mengetahui selera pasar.
  13. Bawa Massa untuk mengunjungi booth kamu melalui sosmed.flyer
  14. Dokumentasikan kegiatan bazaar saat sempat. Ini bisa menambah reputasi brand anda di kalangan klien (jam terbang yang lebih tinggi).
  15. Tulis harga mati atau batas bawah harga produk dalam bentuk kode. Ini memungkinkan penjaga stand yang anda hire untuk mengetahui seberapa jauh calon pembeli boleh menawar.
  16. Jika menjual barang titipan, hitung atau lakukan stock opname secara berkala. Lakukan pencatatan dengan sangat baik untuk menghindari kerugian.

Selamat mencoba ya readers! Good luck!, salam wirausaha!

 

 

 

Home Finance Management untuk si Boros

Pernah mengalami kehabisan uang sebelum tanggal gajian?, meratapi ATM berdoa akan ada uang yang masih bisa ditarik. Yapp.. it happens to me. Saya memang termasuk orang yang tidak pintar menabung dan menyimpan uang. Saya suka menghabiskan uang untuk berbagai perintilan kecil yang kurang bermanfaat dan juga untuk makanan. However, suami saya adalah orang yang luuuuaaar biasa hemat dan rajin menabung. Tak jarang kami mengalami percekcokan karena di mata saya dia terlalu irit dan di mata dia saya terlalu boros. Hingga one day pertengkaran kami menimbulkan suatu result, suami menantang saya untuk mengelola sendiri keuangan yang sebelumnya dipegang oleh suami. Lalu bagaimana menghadapi tantangan suami yang luar biasa berat untuk si boros seperti saya?, begini yang saya lakukan:

  1. Buat pos penghasilan dan pengeluaran anda dan suami, klise bukan? Tapi apa anda pernah melakukannya dengan detail dan dibuat tertulis (baik di microsof excel atau selembar kertas?. Ini adalah rencana keuangan anda setiap bulan. Tepat sebelum tanggal gajian (ingat ya sebelum gajian). Tulis semua rencana pengeluaran anda (baik rutin maupun non rutin).
  2. Pos non rutin ini cukup signifikan dalam neraca keuangan. Ingat-ingat berapa orang yang mengundang anda ke resepsi pernikahan bulan ini?, berapa orang yang berulang tahun?, kemana rencana akhir minggu anda?, apakah ada pengeluaran besar mendadak seperti bayar PBB, pajak mobil, perpanjang paspor, perpanjang SIM, dll yang diluar pengeluaran rutin?. Hitung semua jumlahnya.
  3. Pengeluaran rutin biasanya terdiri dari: biaya transportasi, belanja bulanan, gaji karyawan di rumah, uang sekolah anak, pulsa handphone dan internet, tv kabel, listrik, air, cicilan kartu kredit, arisan, tabungan, asuransi, dll.
  4. Do your math, dengan menggunakan microsoft excel anda bisa menambah dan mengurangi otomatis antara penghasilan dan kewajiban yang harus dibayar. Angka negatif berarti anda defisit. Angka positif menunjukkan sisa uang yang masih bisa anda pergunakan. Ini membuat saya sadar bahwa setelah membayar semua pengeluaran rutin, uang saya nyaris tidak bersisaJ atau membuat saya sadar bahwa saya hanya punya sedikit sekali uang untuk dibelanjakan setelah membayar pos rutin dan non rutin.
  5. Tabungan harus masuk ke pos pengeluaran rutin dan harus auto debet, sama halnya dengan asuransi. Banyak tabungan seperti reksadana atau berjangka yang menyediakan fasilitas auto debet. Pastikan tanggal auto debet tepat setelah tanggal gajian. Lebih banyak pengeluaran rutin yang di auto debet itu lebih baik daripada harus cash atau transfer. Supaya tidak tergoda memakai uang untuk keperluan lain.
  6. Komunikasikan spread sheet excel ini ke pasangan, diskusikan pos yang harus ditambah atau dikurangi. Bahkan diskusikan juga berapa besar cicilan kartu kredit yang mau dibayar agar tidak defisit.
  7. Pisahkan antara kebutuhan cash dan transfer. Ini sangat penting. Jarang kan ada yang bayar gaji ART dengan cara transfer?, atau bayar tv kabel dengan cara membayar cash? maka anda harus menarik semua kebutuhan cash di tanggal gajian. Ingat ya..semuanya.. sisakan untuk kolom kebutuhan transfer. Uang yang anda tarik untuk kebutuhan cash harus masuk sistem AMPLOP.
  8. Sistem Amplop itu tidak kuno!, cara ini sangat ampuh. Uang cash yang anda tarik masukkan ke berbagai amplop terpisah dan diberi label seperti ‘ARISAN’, ‘Gaji si Mbak’, ‘Belanja Bulanan’, ‘Uang Tukang’, ‘GAS’, ‘AIR GALON MINUM’, dll. Semakin detail semakin baik.envelope
  9. Pertahankan sistem amplop ini, jangan sedikitpun curang. Jika anda lupa membawa amplop anda. Berbalik dan pulang ambil amplop anda!
  10. Jika tidak memungkinkan membayar semua hutang credit card, maka CICIL!
  11. Pastikan anda punya yang namanya internet banking atau mobile banking, nggak ada alasan lagi untuk tidak membayar semua cicilan TEPAT di tanggal anda gajian. Bayar lunas semuanya!
  12. Mau bayar credit card tapi belum jatuh tanggal cetak?, Pastikan anda mempunya rekening dari bank yang tidak populer atau ATM nya sulit dijangkau. Gunakan rekening dari bank ini untuk menyimpan dana pengeluaran rutin yang belum sempat anda transfer karena belum masuk tempo bayar. Atau transfer ke rekening khusus yang berbeda dengan rekening utama dan tinggalkan kartu ATM nya di rumah.
  13. Beli Pulsa Listrik di awal! Jangan sampai nggak punya uang untuk beli pulsa listrik saat listrik sudah hampir mati. Beli di muka saat gajian walaupun saat itu listrik masih menyala. Nomor TOKENnya bisa digunakan saat listrik habis saja.
  14. Simpan struk belanja bulanan. Next time anda belanja, catat apa saja yang anda mau beli dan hitung harga yang harus anda bayar. Bisa juga membawa kalkulator saat anda belanja. Supaya tidak overspent!
  15. Hati-hati dengan yang namanya diskon!, ingat anda punya neraca keuangan di excel anda. Membeli barang-barang di luar budget anda hanya karena sedang diskon akan membuat anda mencurangi sistem yang anda buat sendiri.
  16. Bawa uang cash secukupnya, lebih baik malu sedikit dan bilang “bayar besok ya..belum ambil uang” daripada overspent
  17. Rubah uang ke dalam bentuk e-money atau Flazz untuk memastikan anda selalu punya uang untuk ongkos naik trans jakarta atau naik kereta atau untuk bayar parkir dan tol.
  18. Pajak mobil anda terlalu mahal?, siapkan tabungan khusus untuk membayar pajak sebelum jatuh tempo. Saya menggunakan tabungan khusus, dimana uang saya sebanyak 200,000 diauto debet langsung setiap bulan selama 1 tahun. Tabungan ini tidak bisa diambil sebelum tanggal perjanjian dan tidak kena biaya administrasi. Saat harus membayar pajak mobil, saya tidak mengganggu neraca keuangan bulanan saya.
  19. Rubah uang ke dalam bentuk voucher pulsa, voucher bensin, Gojek Credit, dll sedini mungkin.
  20. Bonus dan THR harus digunakan secara terencana. Misalnya untuk perbaikan rumah, membayar zakat penghasilan selama 1 tahun, bayar PBB, dll.

Any comments?, more ideas?, share yuuk!

 

 

Bekerja sambil jualan online. 

Mohon bos saya jangan klik blog ini, ya..hehehe. Kalau sudah telanjur klik, di exit saja. Hehehehe. Kalau sudah telanjur baca, you know now that my life is not easy.

Sebenarnya mungkin tidak sih bekerja kantoran sambil berjualan?. Apa betul kita harus benar-benar berhenti bekerja untuk start up sebuah bisnis?. Kalau memungkinkan, bagaimana caranya supaya bisa membagi waktu dengan baik?. Yuk sama-sama share.

Sebenarnya jualan online itu membutuhkan cukup banyak waktu dan tenaga looh. Terlebih jika produk yang anda jual adalah produk yg made by request dan customized. Setidaknya kita harus meluangkan sedikit waktu untuk beberapa hal di bawah ini:

  1. Upload produk, tulis deskripsi.
  2. Promosi, setelah diupload harus dipromosikan supaya calon pembeli tahu ada update produk terbaru.
  3. Chat dengan pembeli alias customer service job
  4. Cek stok barang ke supplier (jika kita bukan first hand supplier)
  5. Membuat perintah kerja hari ini ke bawahan/rekan bisnis, hari ini harus belanja a,b,c jumlah sekian, motif ini, size ini, harus kirim barang a,b,c,d
  6. Input resi
  7. Quality control, kalau barang sudah ready, cek dulu kualitasnya. Saya setiap malam rutin nyabutin benang yang menjulur-julur keluar dari proses penjahitan supaya lebih rapih dan enak dilihat. Cek apakah barang sudah sesuai dengan yang dipesan.
  8. Packing barang
  9. Mengatur delivery/shipping

What??, terus bagaimana saya bisa punya waktu untuk melakukan itu semua. Saya kan harus bekerja. Nah disini lah anda harus bisa membagi waktu 24 jam anda untuk semua hal. Ingat modal setiap manusia sama, sama-sama punya waktu 24 jam. Tinggal bagaimana mengelolanya. In my Humble Opinion begini cara saya menyiasatinya:

  1. Kenali jenis usaha yang paling cocok dengan karakter kita, jangan yang bikin kita kena stroke karena stres ngurusin usaha. Hehehe. Cari supplier yang dekat dengan rumah, mudah dihubungi via whatsapp atau grup. Semuanya pasti ada jalan! Kebetulan rumah saya dekat sekali dengan industri bahan sprei dan konveksi. Jadi no problem. Ini yang saya maksud dengan mencari jenis usaha yang bisa anda kelola.
  2. Cari partner, jangan mencoba menjadi super hero. Partner usaha saya adalah suami saya. Kami membagi pekerjaan dengan cara handle market place yang berbeda.Tidak ada partner sebaik suami anda sendiri. Hahahaha.
  3. Rekrut pegawai. Pegawai saya adalah marbot masjid. Alhamdulilah bisa saya gaji 600 ribu per bulan. Marbot mesjid ini tugasnya adalah belanja bahan sprei dan membawa ke tukang jahit konveksi.
  4. Tambah pegawai jika omset sudah naik, saya rekrut sepupu yang baru lulus kuliah dengan gaji sekitar 500 ribu/bulan sebagai admin.
  5. Kerjasama dengan shipping seperti Jne dan tiki. Minta pick up paket ke rumah anda. Malamnya minta kurir mengirimkan resi via email.
  6. Calon orang kaya harus tidur lebih sedikit dari orang biasa. Hehehe. Malam hari saat sinyal kenceng. Update produk untuk menghindari penuhnya server. Ini biasanya saya lakukan sesaat sebelum saya tidur sambil breastfeding. Hihihihi… Bisa sekaligus input resi, yaa..
  7. Kalau anak sudah pulas, anda harus cek barang yang mau dikirim ada yang cacat atau tidak? Jumlah sudah sesuai?. Kalau masih kuat nahan ngantuk, bungkus/packing barang. Kalau tidak saya lakukan di pagi hari. Packing bareng suami sambil ngobrol. Topik pembicarannya adalah hari ini kamu dapet berapa orderan? Hahahaha
  8. Sepulang kerja saya selalu mampir ke tukang jahit walaupun saya punya karyawan yang mengantarkan bahan ke tukang jahit. Hal ini saya lakukan untuk mengecek apakah barang yang dibeli sudah sesuai. Tidak kurang meterannya, tidak robek, tidak salah motif, dll.
  9. Pagi hari sebelum mulai bekerja. Buat list belanja. Saya, suami, dan karyawan punya grup whatsapp untuk memudahkan instruksi belanja. Tolong beli a,b,c,d sebanyak x meter.
  10. Kerjasama dengan PRT untuk siapkan paket yang mau dijemput kurir/ojek online.
  11. Karena barang sudah diupload di malam hari. Saat istirahat siang, anda bisa atur gunakan fitur publish now atau later yang ada di facebook. Anda bisa menjadwalkan jam berapa produk anda akan ditayangkan di sosial media maupun market place tanpa sibuk mantengin handphone.
  12. Gunakan fitur jawab otomatis secara sistem jika ada chat masuk seperti “selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu?”, atau ” maaf saat ini cs kami sedang melayani customer lain, silahkan tunggu sebentar. Fitur ini bisa membuat pembeli merasa tidak dikacangin saat anda kepepet sama kerjaan kantor.
  13. Sejak jualan, saya selalu berusaha mencari moda transportasi tercepat. Time is money!

See. I did this for almost a year and I’m still alive. Jika saya bisa, anda pasti bisa. Selamat berjualan, salam wirausaha!

Serba Serbi Jualan Online di Market Place untuk Pemula

Teman-teman yang baru mulai punya keinginan untuk membuka online shop mungkin harus bersyukur dengan maraknya kehadiran market place di Indonesia. Market Place menyuguhkan berbagai kemudahan dan fasilitas menarik bagi para pengusaha kecil yang baru mau memulai usahanya. Sebut saja beberapa nama market place terkenal seperti tokopedia, lazada, elevania, shopee, buka lapak, blibli, dll. Semuanya memiliki keunikan dan fitur khas masing-masing.

Saya baru membuka online shop di market place Tokopedia (maaf sebut merek) sejak Maret 2016.Online shop pertama saya dimulai di account instagram dan facebook. Tidak puas hanya berdagang di social media, saya pun merambah ke market place. Semuanya saya pelajari sendiri dengan membaca keterangan di website baik-baik. Ada beberapa catatan penting yang harus diketahui bagi anda yang ingin mulai berdagang di market place.

  1. Beda dengan berjualan di sosial media seperti facebook dan instagram, berjualan di market place tidak membutuhkan follower yang harus selalu ditambah. Follower ini adalah sekumpulan orang yang akan menerima update produk terbaru kita di timeline mereka. Mencari follower saja bukan perkara mudah. Apalagi sampe ribuan. Beberapa market place juga tidak membutuhkan input hash tag setiap kali kita menginput produk baru.Pembeli tidak hanya dari circle of friends berdasarkan kontak facebook/email.
  2. Adanya sistem rekening bersama, yaitu market place akan memberikan nomer rekening mereka kepada pembeli. Artinya, pembeli tidak mentransfer uang langsung kepada penjual. Jika pembeli sudah mengkonfirmasi penerimaan barang, market place baru akan mentransfer dana ke rekening penjual. Cara ini menguntungkan pembeli karena menimbulkan rasa aman dalam bertransaksi dan menghindarkan dari penipuan. Penjual juga diuntungkan karena bisa mendapatkan konsumen yang suka parno belanja online.
  3. Sistem market place mencegah pembeli dan penjual dari fenomena PHP (Pemberi Harapan Palsu), karena adanya sistem tracking jika pembeli melakukan pemesanan, sudah melakukan transfer, gagal bayar atau tidak jadi transfer, batal membeli dll. Dari sisi pembeli, pembeli bisa melihat proses persetujuan pembelian barang, barang diproses, barang dikirim, cek resi, dll. Pembeli tidak perlu repot menghubungi penjual untuk menanyakan status pengiriman barangnya karena sudah tertera jelas di status pengiriman. 
  4. Banyak yang gratis, walau ada tapinya. Nanti tapinya saya bahas di poin kekurangan yaaa..kalau beli domain untuk buka website online shop tidak murah toh? Konsumen sekarang juga lebih suka search produk langsung di market place ketimbang search produk langsung di mbah google ketika mau mencari produk tertentu.
  5. Bisa menjangkau pembeli dari luar kota. Why?? Karena market place sering memberikan promo free ongkir ke seluruh daerah di Indonesia. Bayangkan jika anda harus membebani pembeli dengan ongkir yang sangat mahal per kilo nya untuk area di luar pulau jawa. Hiks..mereka jadi malas beli karena ongkir mahal. wp-1477275500894.png
  6. Ulasan dan feedback dari pembeli terpampang dengan jelas. Ini menguntungkan anda untuk membangun reputasi yang baik. Sering juga merket place memberi reward bagi seller dengan penjualan dan reputasi terbaik.wp-1477277162110.pngtrik-berjualan-di-tokopedia-kualitas-produk
  7. Menghindari kesalahan persepsi pembeli akan deskripsi barang. Berbeda dengan social media dimana kita bebas nulis aja saat mendeskripsikan barang, market place memberikan template yang saklek harus kita isi saat memajang suatu produk seperti berat produk, kondisi produk, lama waktu proses,dll. Keterangan seperti ini sering kita lupakan/abaikan saat berjualan di social media yang berujung kepada kebingungan pembeli. Akibatnya pembeli jadi terus menerus bertanya kepada cs.
  8. Adanya sistem Pre Order atau PO di beberapa market place macam tokopedia, shopee, elevania, dll. Tapi tidak ada pada lazada, blibli, buka lapak, dll yang mengharuskan ready stock. Sistem ini surga banget bagi penjual yang cuma jualan gambar macam saya.. Alias produknya made by order atau baru dibuat jika ada pemesanan. Otomatis kita gak perlu keluar banyak modal kan dan takut barang gak laku kan?.
  9. Sistem bayarnya banyaak..bisa transfer bank, COD, cicilan 0%. Surga buat anda yang mau berjualan produk yang rada mahal. Anda bisa pamer “bisa dicicil 0% kok”. Tentu saja, pembayaran anda tidak akan dicicil oleh market place karena sudah ditalangi oleh bank penerbit kartu kredit.
  10. Ekspedisi juga banyak pilihannya, bisa promo diatar dengan ojek online lagi. Jadi lebih murah dan cepat sampai. wp-1477275623721.jpg
  11. Pembeli tinggal klik klik klik tanpa perlu tanya sis, gan, bro, dll yang menghabiskan banyak tenaga dan kesabaran.
  12. Canggih, ada statistik penjualannya. Ada bisa melihat berapa banyak produk kita dilihat orang, berapa penjualan minggu ini, turun atau naik berapa persen dibandingkan dengan periode sebelumnya lengkap dengan grafik. wp-1477274900105.jpg
  13. Bisa option toko buka jam sekian, toko libur, dll. Jadi anda bisa sepi sejenak dari keriuhan order untuk sementara waktu.
  14. Bisa auto share ke social media.
  15. Paperless, invoices, alamat pembeli, daftar transaksi yang harus dikirim/diproses semuanya ada di satu menu. Tidak perlu catat-catat.
  16. Produk tertata rapih, per etalase, per album. Lebih mudah di sort dibandingkan dengan instagram.

Terus kekurangannya apa dong jualan di market place dibandingkan dengan jualan di sosial media maupun website pribadi?

  1. Neraka bagi yang malas baca cara berjualan dan rada gaptek. Bingung harus mulai dari mana.
  2. Majang produknya bikin pegel dan kram tangan. Anda gak bisa copy paste deskripsi produk seperti halnya di fb dan instagram yaaa..semuanya harus diinput satu persatu berdasarkan template yang sudah disediakan. Bayangkan jika produk kita banyak jumlah, ragam corak dan sizenya.wp-1477277220335.png
  3. Saingannya luar biasa banyaaak .. Apalagi kalau produk anda tidak unik. Saya pernah search nama produk saya dan gak keluar looh di puluhan bakan ratusan pagenya. Anda harus bersaing dengan ribuan toko online lain yang menjual barang sejenis. Anda harus mengeluarkan uang untuk membuat toko anda tampil agak depan, lebih eksis, lebih terlihat dibandingkan toko lain. Di tokopedia namanya sistem top up dan berlangganan gold merchant sekitar 300,000 per 3 bulan. Di shopee, anda bisa promosi gratis, tapi antri alias ada waktu tunggu.
  4. Slow return. Lama pencairan dana tergantung lama anda memproses barang dan kebaikan hati pembeli mengkonfirmasi penerimaan barang. Waiiit.tunggu dulu, jangan keburu putus asa. Misal anda harus memproses produk anda selama 1 minggu. Setelah 1 minggu dan anda input resi lalu barang diterima pembeli dan pembeli mengkonfirmasi “ya barang sudah saya terima”, maka uang bisa cair dalam tempo 1 hari saja (tokopedia) bahkan kurang dari satu hari. Artinya anda harus punya dana ready untuk nalangin beli produknya dulu. Kalau produk yg anda jual mahal harganya…pertimbangkan kembali ya.. Oiya, soal keharusan konfirmasi pembeli, kebijakan setiap market place beda2, ada yang otomatis bisa ditarik asal sistem tracking ekspedisi menunjukkan barang sudah diterima, ada yang betul2 harus menunggu konfirmasi pembeli. Sehingga anda harus follow up pembeli.
  5. Persaingan harga luar biasa. Pembeli bisa dengan mudah compare harga kita dengan toko sebelah. Harus serius survey harga pasar sebelum berjualan di market place.
  6. Ulasan pembeli tidak bisa kita hide. Hehehehe..kadang customer yang nggak sabaran suka kasih rating jelek tanpa peduli bahwa seller juga manusia, perlu ishoma dan tidak hanya melayani satu customer saja.
  7.  Tidak semua market place punya term mengenai barang hilang, wajib asuransi untuk barang dengan harga tertentu. Anda harus jeli dengan term ini.
  8. Tidak ada contact person yg jelas dari market place. Ribet kalau ada perselisihan antara penjual dan pembeli. Hindari kesalahan yaa .
  9. Bagi barang yang ready stock, pembeli harus secepatnya mengirim barang. Waktu respon umumnya 2 hari saja. Keterlambatan respon, input resi dan pengiriman barang akan membuat pesanan otomatis di cancel oleh pihak market place dan dana dikembalikan ke pembeli. Begitu pula dengan barang PO, lewat dari waktu yang disepakati, otomatis cancel. Tidak bisa asal bilang sorry sis barang telat.
  10. Untuk penjual yang jumlah produknya banyak sekali, jumlah etalase nya terbatas. Untuk menambah etalase, harus mendaftar gold merchant yang berbayar.
  11. Server suka berat, kelebihan pengunjung.

Mudah-mudahan teman-teman mendapat pencerahan setelah baca blog ini, ya..jangan ragu untuk komen dan mengajukan pertanyaaan, selama komen tidak bersifat negatif dan sopan. Selamat berjualan, salam wirausaha!.