Kelaparan Luar Biasa di Trimester Akhir

Belakangan saya merasa makan dengan sangat beringasan dan tidak terkontrol. Rasanya perut selalu saja lapar. Saya memang tidak bisa makan sekali banyak (hanya sedikit porsi nasi saja sudah kenyang luar biasa), tapi sejam kemudian dorongan untuk makan kembali datang. Nah, pola makan sedikit tapi sering itu rupanya kadang harus membuat saya kreatif menyediakan makanan penangkal lapar. Kalau hamil muda dulu biskuit atau cokelat sudah bisa mengganjal perut, sekarang rasanya makanan-makanan ringan kaya gitu tidak memberi rasa kenyang buat saya. Jadilah saya setiap hari ke kantor membawa goody bag ekstra besar berisi beberapa buah Tupperware dengan jenis makanan yang berbeda-beda. Berikut ringkasan keganasan cara makan saya setiap hari:
1. Bangun pagi (subuh): Harus makan nasi (walaupun porsinya ekstra sedikit). Saya sudah coba mengganti dengan yang lain tapi berujung dengan magh atau masih lapar
2. Di perjalanan dalam mobil: bolu,lontong,biskuit, apapun asal ngunyah
3. Sampai kantor (jam 8.00-08.30): Harus makan agak berat lagi (roti, lontong sayur, bubur ayam)
4. Jam 10.30-11.00: Sudah kelaperan lagi harus diganjal dengan bolu/roti/lemper
5. Jam 12.00-13.00: Makan nasi porsi sedikit
6. Sekitar jam 14.30: Harus nyemil walaupun Cuma keripik
7. Sebelum pulang kantor: biasanya makan buah atau sereal pakai susu
8. Perjalanan pulang: biasanya saya makan roti atau nyemil apapun (coklat) karena baru nyampe rumah jam 19.30
9. Sampai di rumah: Makan nasi dengan porsi sedikit, minum jus
Kalau dilihat, grafik makan saya memang tinggi di pagi-siang hari. Saya selalu dipelototi teman saya yang memperhatikan porsi makan siang saya yang menurut mereka terlalu sedikit untuk ibu hamil. Tapi perut saya memang kurang bersahabat sama nasi (rasanya begah dan kenyang sekali jika diisi nasi banyak-banyak. Mungkin porsi nasi yang sedikit sekali ini yang memicu saya kelaparan hampir setiap dua jam sekali. Anyway, sampai bulan ke-8 berat badan saya belum fantastis-fantastis banget sih masih 58 kg dengan tinggi badan 168 kg (sebelum hamil 53 kg tapi di trimester pertama drop sampai 46 kg) dan Alhamdulillah kaki juga tidak bengkak. Hanya saja saya harus kreatif memutar otak untuk menjawab pertanyaan “makan apa lagi yah?” udah kehabisan ide nih.
Saya juga bukan tipe bumil yang steril-steril banget atau harus sehat banget dalam hal pilih-pilih makanan. Saya suka goreng kentang goreng,nugget,sosis atau chicken wing kalo sore-sore kelaperan. Saya juga masih suka makan jajanan kaya lontong sayur, bubur ayam, dan makanan gerobakan lainnya. Agak guilty pleasure sih setiap kali makan sesuatu yang kurang sehat. How about you all mom-to-be?. Pola makan seperti apa yang efektif untuk menangkal sindrom kelaparan di trimester akhir?.

Persiapan Bersalin dan Menyambut Kedatangan Bayi di Rumah

Hari persalinan sudah semakin dekat, saya mulai sibuk mengecek kembali persiapan saya menyambut anak saya. Hal yang saya khawatirkan adalah membawa anak saya pulang dari rumah sakit dan menyadari bahwa saya belum mempersiapkan hal-hal yang ternyata penting untuk anak saya. Jadilah saya mulai browsing-browsing pinterest dan menemukan blog-blog yang sangat bermanfaat untuk menjawab kekhawatiran saya. Berikut adalah what-to-do-list dan what-to-prepare-list yang harus dipersiapkan untuk proses persalinan dan menyambut kedatangan bayi yang sudah saya rangkum dari berbagai blog:

1.  Mempersiapkan Hospital Bag/Tas ke Rumah Sakit

Tas berisi perlengkapan selama di rumah sakit ini penting dipersiapkan untuk mencegah kepanikan saat kontraksi dimulai. Usahakan list yang sudah dibuat agar disosialisasikan keberadaannya dengan suami/orang lain. Setelah googling sana-sini, checklist terbaik untuk hospital bag saya dapatkan di website thebump.com (ini salah satu website tentang kehamilan favorit saya). Anda bisa melihatnya di link berikut: http://pregnant.thebump.com/pregnancy/pregnancy-tools/articles/checklist-packing-a-hospital-bag.asp Kira-kira list versi saya sebagai berikut:

a. Perlengkapan Ibu

Bra menyusui (jumlah sesuai kebutuhan)

Breast pad

Daster berkancing depan (jika tidak mau memakai baju dari rumah sakit)

Handuk dan peralatan mandi secukupnya

Sendal jepit (untuk jalan-jalan di RS)

Selimut (jika dibutuhkan sebagai tambahan)

Bantal tambahan (jika dibutuhkan)

Pembalut wanita ukuran panjang

Mp3 player/handphone dan headset (jika dibutuhkan)

Majalah/buku bacaan lain

Buku pasien RS, KTP atau tanda pengenal lain

Kaus kaki (jika dibutuhkan)

Kamera/Handy cam untuk mendokumentasikan hari pertama bayi anda

Snack ringan

Obat-obatan pribadi

Minyak pijat untuk mengurangi rasa sakit/nyeri saat kontraksi

Charger

Baju untuk pulang dari RS

Pakaian dalam

Nursing apron

b. Perlengkapan Bayi

Baju bayi untuk pulang (secukupnya)

Baju bayi selama di RS (di RS tempat saya bersalin disediakan)

Popok kain/disposable (secukupnya)

Kaus kaki, sarung tangan, topi

Selimut

Toiletries (jika dibutuhkan, di RS biasanya disediakan

Tisu basah/lap

Kantung plastik (untuk popok kotor,dll)

c. Perlengkapan Ayah:

Pakaian

Perlengkapan mandi

Selimut

2. Bersih-bersih rumah, cek kebersihan AC kamar, gorden, dll

3. Mencuci baju-baju bayi yang sudah dibeli,selimut, sarung bantal dan sarung matras

4. Memikirkan spot dimana bayi akan tidur, baby box, matras, dll. Soal baby boks, saya rencana membuat baby boks yang menyatu  dengan tempat tidur saya. Model baby box semacam ini bervariasi loh, jika anda pengguna pinterest, please follow my board (asteriaraissya), saya sering pin banyak model baby box. Contohnya sebagai berikut:

 

Gambar

5. Mempersiapkan surat cuti (buat yang bekerja jangan sampai lupa)

6. Memasang car seat di mobil (agar bisa digunakan saat pulang dari RS)

7. Mempersiapkan supply makanan beku di rumah (karena kita pasti disibukkan dengan si kecil nantinya)

8. Persiapkan bala bantuan untuk membantu kita saat-saat pertama pulang dari RS (asisten rumah tangga/saudara). Pasti  menyenangkan jika ada yang membantu kita dengan tumpukan cucian di rumah.

9. Ajak saudara yang tinggal di dekat rumah ke RS tempat kita rencana melahirkan, supaya saat kontraksi mendadak, mereka sudah tahu lokasi RS.

10. Cetak/print semua check-list yang penting. Saya suka menyimpan check-list seperti durasi kontraksi bayi (tendangan bayi per jam), checklist menyusui (untuk mengetahui frekuensi dan durasi menyusui terakhir), checklist jumlah popok kotor, ceklist waktu tidur bayi, dll. Semuanya bisa didapat di thebump.com melalui link berikut: http://pregnant.thebump.com/new-mom-new-dad/parenting-tools/articles/tool-breastfeeding-log.aspx dan http://pregnant.thebump.com/new-mom-new-dad/parenting-tools/articles/tool-input-output-tracker.aspx , juga http://pregnant.thebump.com/new-mom-new-dad/parenting-tools/articles/tool-sleep-tracker.aspx

11. Singkirkan barang-barang yang memenuhi laci/lemari tapi sudah tidak terpakai, sehingga bisa digunakan untuk menampung barang-barang untuk bayi anda. Saya mengosongkan beberapa slot drawer dan membeli beberapa organizer stuff yang bisa digantung di dinding untuk menampung bedak,lotion, cologne bayi, dll.

12. Menyibukkan diri dengan mengikuti senam hamil, kelas ASI, kelas hypnobirth, bersih-bersih rumah dan lain-lain.

13. Menyetok pampers, mempersiapkan jemuran tambahan, dll.

14. Menghadiahi diri dengan spa (Mom and jo kayaknya enak..hehehe)

15. Memastikan kelengkapan surat-surat yang akan dibutuhkan untuk mengurus akte kelahiran bayi.

16. Berdiskusi dengan dokter mengenai tindakan-tindakan yang akan diambil saat proses bersalin (jika kita tidak menginginkan tindakan medis yang tidak diperlukan)

17. Reservasi Kamar bersalin (menghindari kamar penuh saat hari persalinan)

Hmm..apa lagi yah?. Please share your thought ya.. Saya yakin pasti setiap calon ibu akan mempersiapkan kelahiran bayinya dengan sebaik mungkin. Kebutuhan setiap ibu pasti berbeda-beda, semoga tulisan ini bisa membantu para bumil lainnya ya. Thanks all, have a nice weekend!.

Review Konsultasi Kehamilan di RSB Asih dan Dokter Hasrul Biran

Hari ini saya mau berbagi pengalaman mengenai check-up rutin di RSB Asih. Awal kehamilan saya periksa ke RS. Premier Bintaro, di sana saya pernah berkonsultasi dengan 2 dokter wanita yang berbeda-beda (karena antrian dokter kandungan yang pria penuuuh banget). Karena masih merasa kurang sreg sama dokternya, saya mencari alternatif RS lain. Ternyata teman saya kasih saya rekomendasi dokter yang menurut dia bagus (hanya saja prakteknya di RS. Asih). Jadilah sejak saat itu saya jadi pasien tetap RS ini.

Kesan pertama saya terhadap RS ini adalah suasananya yang nyantai dan tidak terlalu ramai (mungkin karena rumah sakit ini hanya untuk bersalin saja jadi tidak terlalu penuh). Halaman RS juga sejuk dan asri serasa ada di rumah sendiri. Selain itu, di sekitar rumah sakit banyak tukang jajanan (apalagi malam hari). Saya juga senang waktu melihat antrian pasiennya yang tidak seramai waktu saya ke RS. Premier. Harga perkonsultasi bervariasi (tergantung jumlah resep obatnya sih). Tapi rata-rata setiap cek, minimal Rp. 400.000 sih pasti melayang.

Berdasarkan rekomendasi teman, saya pun memilih dokter Hasrul Biran sebagai dokter kandungan saya. Ternyata dokter ini sudah sangat senior ya (baca: tua), tapi dokternya sangat ramah dan menyenangkan. Sebelum mulai memeriksa saya, beliau mengajukan pertanyaan yang cukup rinci mengenai kehamilan, menstruasi, riwayat kesehatan, sampai latar belakang pekerjaan saya. Setelah itu beliau memberi penjelasan lengkap mengenai kehamilan tanpa perlu saya tanya ini itu. Pengalaman USG pertama saya dengan beliau juga menyenangkan dan selalu memberikan penjelasan yang rinci. Pokoknya ini dokter doyan ngobrol banget, karena proses konsultasi dengan dokter ini sepertinya paling lama (tapi pasiennya tidak sepanjang dokter lain). Intinya, jika kita ingin berkonsultasi dengan beliau, usahakan jadi pasien pertama yang datang (jangan lupa booking dulu).

Keunggulan dokter ini secara ringkas adalah: baik, perhatian, doyan ngobrol (gak perlu mikir mau nanya apa beliau sudah menjelaskan ini itu). Selain itu, kalau kita tanya-tanya beliau via sms, beliau malah jawab dengan menelpon langsung. Minimal beliau akan jawab via sms dalam waktu singkat. Selain itu beliau suka mengingatkan kita katanya kalau lagi gak punya duit ngomong aja (jadi beliau bisa tau harus kasih obat apa atau tindakan apa yang gak menghabiskan banyak biaya). Beliau juga suka kasih diskon untuk pasiennya (lumayan diskon Rp. 25.000). Nilai plus lain adalah: Beliau juga berhasil menyembuhkan CMV yang pada awal kehamilan terdeteksi dalam diri saya.

Kelemahannya, karena beliau sudah tua jadi agak pelupa. Itu sebabnya beliau suka mencatat semua informasi yang kita berikan. Selain itu, alat USG di ruangan beliau masih USG biasa, jadi waktu saya mau periksa USG 4D, saya ke dokter lain yang di ruangannya mengoperasikan alat USG 4D.

Anyway, berhubung saya belum punya pengalaman bersalin di RSB ini (usia kandungan saya waktu menulis tulisan ini baru sekitar 34 minggu), jadi saya belum bisa mereview banyak soal penanganan dokter ini saat bersalin dan pelayanan inap di RSB ini. Next time kalau saya sudah melahirkan, mudaha-mudahan bisa posting review lagi. Please share your comment dan experience yang berkaitan dengan RSB Asih ataupun dokter-dokter di RSB ini ya…I will be glad to respond!.

Morning Sickness selama hamil.

Sedikit flashback mengenai morning sickness selama hamil. Hamil itu memang luar biasa ya…Sebelum hamil, saya sempat agak parno dengan perubahan berat badan yang akan saya hadapi jika saya hamil. Pikiran saya mengatakan bahwa tubuh saya akan menjadi sangat besar dengan beberapa anggota tubuh yang mengalami pembengkakan seperti jari kaki. Tidak pernah terpikir di benak saya bahwa ada suatu tahap bernama trimester pertama yang penuh dengan morning sickness. Entah sugesti atau apapun itu namanya, saya sudah kehilangan selera makan saya sewaktu saya mengetahui kalau saya hamil, walaupun tidak disertai dengan mual muntah. Saat pertama kali cek ke dokter, saya ingat timbangan menunjukan berat badan saya adalah 53 kilogram.

Beberapa minggu kemudian, saya mulai mengalami rasa mual yang lumayan parah dan disertai dengan muntah. Saya nyaris tidak memiliki ketertarikan dengan jenis makanan apapun. Apapun yang saya makan langsung saya muntahkan kembali. Kalau diingat-ingat saya bisa muntah sekitar 8 kali dalam sehari. Makanan yang lumayan bisa diterima oleh perut saya adalah buah-buahan dan puding. Saya juga selalu memuntahkan susu hamil yang saya minum. Oh ya, saya berganti-ganti mengkonsumsi obat mual yang diberikan dokter, tapi semuanya sama saja..hanya sedikit sekali membantu.

Tantangan terbesar menghadapi trimester pertama kehamilan adalah saya masih harus bekerja dan mengendarai mobil sendiri. Saya ingat sulitnya saya harus terus-terusan ke kamar mandi saat jam kerja untuk muntah. Saya cuma bisa terduduk lemas di lantai kamar mandi setelah mengeluarkan isi perut saya dan mengumpulkan tenaga untuk bisa mulai bekerja lagi. Saat pulang bekerja, mimpi buruk dimulai, saya harus mengumpulkan keberanian untuk mengendarai kendaraan rute gatot subroto-tb simatupang via mampang-buncit, yang semua tahu the traffic is like a hell… permasalahannya adalah, kantor suami saya yang terletak di kawasan cilandak, which means kalau saya menunggu dia yang menjemput saya di gatot subroto, kita bisa sampai rumah sekitar jam 9 malam…Oh no…Saat tiba di kantor suami, saya SELALU muntah (untungnya bisa saya tahan sepanjang jalur mampang-buncit).

Anyway..Total saya kehilangan berat badan selama trimester pertama adalah sekitar 7 kilogram dengan kadar gula rendah dan tekanan darah yang rendah juga. Saya juga sempat menerima cairan infuse karena perut benar-benar tidak bisa diajak bekerja sama lagi. Saya tidak bisa berjalan terlalu jauh atau berdiri terlalu lama karena pasti akan membuat tubuh saya sangat lemas dan memperparah rasa mual. Tidak terhitung berapa kali saya bolos kantor karena morning sickness ini. But, hey look at the bright side, selama mengalami morning sickness saya mengalami bonding yang kuat dengan bayi saya. Saya merasa bayi ini adalah segalanya buat saya.

Untuk mengakali morning sickness (walaupun bagi saya ini hanya sedikit membantu) saya menganjurkan beberapa hal untuk dilakukan:

  1. Tetap makan walaupun kita sadar bahwa makanan itu akan kita muntahkan kembali
  2. Saya memakan apapun yang saya suka, tidak perlu nasi. Apapun yang membuat saya tetap        berselera makan
  3. Saya selalu membawa berbagai jenis makanan saat bekerja, seperti nasi, kue/bolu, biscuit, cokelat, buah (berbagai variasi makanan)
  4. Saya suka sekali dengan air kelapa, karena bisa mengurangi rasa haus
  5. Makan dalam jumlah sedikit tapi sering (benar-benar manjur)
  6. Saat berkendara, sediakan kantong plastik untuk muntah, bawa permen manis, dan ajak teman untuk menemani selama di perjalanan (lumayan membantu)
  7. Minum air hangat saat mual atau magh mulai menyerang
  8. Mandi dengan air hangat di pagi hari
  9. Sugesti diri bahwa tahap ini akan segera berlalu dan sibukkan diri dengan hal-hal yang bisa membuat kita sedikit melupakan rasa mual tersebut.
  10. Banyak membaca soal teknik hypnosis untuk mensugesti diri agar bisa mengurangi rasa mual selama hamil

Hal yang saya syukuri adalah kondisi mual dan muntah ini tidak membuat anak saya kekurangan berat badan. Pada akhir trimester pertama, berat badan anak saya normal walaupun berat badan saya belum kembali normal. Periode mual dan muntah ini mulai berkurang memasuki bulan ke-4 dan saya mulai mendapatkan selera makan saya kembali saat bulan ke-5. Saat itulah, saya mulai mengejar kekurangan berat badan saya. Sekarang memasuki minggu ke 33, berat badan saya adalah 58 kilogram dengan pertambahan berat badan secara bertahap (48,50,53,56,58). Alhamdulillah, kaki saya tidak bengkak seperti yang saya takutkan. Saya juga masih mengendarai mobil (karena jarak perut dengan stir masih sangat jauh dan dokter memperbolehkan). Saya berharap tulisan ini bisa menyemangati para wanita-wanita hamil yang baru berkenalan dengan morning sickness ini. Percayalah, morning sickness pasti berakhir dan kita adalah makhluk yang sangat-sangat kuat untuk menghadapinya.

Kursus singkat calon ibu di rsia tambak- review

Hi my little boy inside my belly, kemarin mama sama papa ikut acara kursus singkat persiapan calon ibu di RSIA Tambak loh. Mama sama papa sudah ada di RSIA Tambak jam 9 pagi khusus untuk menyerap pengetahuan baru untuk merawat kamu nanti nak.

Ternyata, rumah sakit ini cukup oke loh nak, sayang jauh dari rumah kita. Mama diberi kesempatan lihat2 kamar inap di rumah sakit tersebut. Kamarnya masih baru, bersih, nyaman dan luas. Apalagi kamar vip ke atas. Kekurangannya, parkiran rumah sakit agak susah. Mama sama papa harus parkir di pinggir jalan.

Awalnya, papa kamu sempet kaget dan bete pas tahu kalo mama daftarin papa kamu juga untuk ikut kursus. Papa malu kalo nanti pesertanya bumil semua. Tapi ternyata pas masuk ke dalam, hampir semua ibu-ibu kaya mama ditemenin sama suaminya. Jadilah papa kamu mau ikut.

Rsia tambak ini sering mengadakan kursus kaya gini, nak. Mama kamu aja yang baru tahu..hihihi payah ya nak. Topiknya kali ini adalah laktasi, hypnobirthing, dan gaya sehat selama hamil. Materi diberikan langsung oleh bidan dan dokter dari rsia tambak. Biayanya gak mahal kok, nak cuma 30.000. Sudah termasuk goody bag dan makanan 2x. Mama langsung excited nih.
Kuliah pertama disampaikan oleh bidan eka yang memberi materi tentang manajemen asi. Bidan menekankan mengenai manfaat asi untuk anak bayi kaya kamu, pentingnya IMD dan rooming in atau rawat gabung untuk mensukseskan program IMD. Bidan juga menjelaskan tentang durasi menyusui, posisi menyusui, dan lain-lain. Mama harus percaya diri kalau mama akan punya cukup banyak asi untuk kamu minum nanti. Kalau mama tidak percaya diri, bisa-bisa supply asi mama drop atau bahkan kamu terancam minum sufor. Oh no.. Oh ya nak, lain kali mama akan ajak eyang dan mbak mi untuk ikut kelas asi ini. Supaya eyang dan mbak mi bisa memberikan asip buat kamu saat mama kembali kerja nanti. Ternyata, papa juga dapet banyak ilmu baru loh nak..dia malah paksa-paksa mama untuk nanya ini itu. Sayangnya nak, materi kuliah kurang mendalam.Mama berharap kuliah akan membahas mengenai manajemen laktasi selama mama kembali bekerja nanti dan teknik memerah asi yang baik. Tapi gak papa, mama semangat untuk ikut kuliah asi yang diadakan oleh asosiasi ibu menyusui indonesia bulan depan.

Kuliah kedua mengenai hypnobirthing, yaitu teknik rileksasi untuk menanamkan alam bawah sadar kita agar bisa menikmati proses bersalin nanti. Tujuannya agar mama bisa menyikapi rasa sakit mama saat kontraksi waktu kamu mau keluar nanti. Kita harus sama-sama semangat nak..supaya kamu bisa lahir dengan normal dan selamat dan mama bisa sehat supaya bisa langsung imd kamu. Kuliah diberikan oleh bidan yuni, kita diberikan materi tentang apa itu hyonobirth, manfaat hypnobirth, bahkan praktek langsung teknik pernafasan hypnobirth. Mama belum terlalu bisa, nanti mama pasti akan latihan lagi. Papa juga mau download video belajar hyonobirth supaya mama rajin latihan. Di rs ini ada kelas hyonobirth juga, seharga 300.000 untuk 3x pertemuan. Murah ya nak!

Kelas selanjutnya yaitu gaya sehat untuk ibu hamil, dokter pemberi materinya bener2 lucu nak dan sangat informatif. Mama diajarkan makanan sehat, gaya berpakaian, dan menyetir yg aman selama hamil. Dokter juga menjawab keluhan2 umum selama kehamilan. Alhamdulillah, mama senang dapat semua info ini.

Terakhir, ada kursus memandikan bayi. Walaupun pake boneka sebagai model. Mama diajarkan cara memandikan bayi step by step, cara merawat tali pusar, bahkan memakaikan bedong. Lucu ya nak..ternyata mama banyak belum tahunya..

Oke..kira-kira itu kisah mama hari ini. Semoga bisa membantu mama saat kamu lahir ya nak..

Senam Hamil di RSB ASIH dan Kelas ASI-

Setiap weekend, saya mulai membiasakan diri untuk ikut senam hamil. Ini kedua kalinya saya mengikuti senam hamil di RSB Asih. Harga yang harus dibayar untuk ikut senam hamil ini adalah 40.000/kunjungan. So far, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya untuk mengatasi keluhan selama hamil seperti pegal-pegal di bagian punggung, pinggang, panggul, dll.

Teknik atau gerakan yang diajarkan umumnya sama dengan gerakan-gerakan yang biasa saya lihat di gerakan yoga untuk ibu hamil. Tidak terlalu sulit dan melelahkan. Namun yang terpenting dari semuanya, kita diajarkan untuk belajar teknik pernafasan yang akan sangat membantu kita dalam proses persalinan nanti. Menurut bidan yang mengajarkan kita senam hamil, teknik pernafasan akan membantu kita untuk mengurangi rasa sakit selama kontraksi berlangsung, mengurangi rasa sakit saat dilakukan vaginal check yaitu dimasukkannya jari ke dalam vagina ibu untuk mengetahui fase bukaan yang sedang dialami sang ibu. Selain itu teknik pernafasan juga akan sangat membantu ibu untuk menciptakan kondisi tubuh ibu yang serileks dan senyaman mungkin, sehingga ketika tubuh ibu sudah rileks, hormone-hormon dalam tubuh kita akan mengalir dengan lancer, otot-otot menjadi rileks, sehingga persalinan bisa menjadi lebih cepat, mudah dan bahkan bisa mengurangi rasa sakit.

Senam hamil dilakukan di auditorium RSB Asih lantai atas, masuknya dari pintu ke ruang dokter anak. Senam dilakukan senin-jumat jam 17.30 atau hari sabtu dengan 3 kali periode, yaitu jam 07.00, jam 08.00 dan jam 14.00. Berhubung hari sabtu saya kerja sampai jam 12 siang, jadi saya ikut kelas siang. Bidan menyarankan agar kita minimal ikut senam ini sebanyak 2 kali dalam seminggu dan tetap mempraktekkan gerakan-gerakan yang diajarkan setiap hari di rumah, contohnya sebelum tidur dan saat bangun tidur, sehingga keluhan hamil seperti pegal-pegal dan sulit tidur bisa diatasi. Teknik pernafasan juga perlu dilatih setiap hari, sehingga kondisi tubuh kita benar-benar siap dalam menghadapi persalinan nanti. Oh ya, bidan ini juga memberi kita banyak info-info seputar apa yang akan kita hadapi selama persalinan, tindakan dalam persalinan, dan lain-lain. Worth to try lah…

Selain senam hamil, ada baiknya sebagai calon ibu kita juga memperkaya pengetahuan kita dengan pengetahuan seputar Manajemen ASI. Kelas ASI ini biasanya banyak diberikan di rumah sakit, contohnya seperti yang sering diadakan di RS Tambak. Rumah sakit ini sering memberikan kelas-kelas prenatal seperti kelas ASI, kelas Hypnobirthing, dan short baby care course. Untuk kelas ASI lain, bisa dilihat juga di website Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia yang rutin mengadakan kelas ASI dengan harga yang menurut saya cukup terjangkau (less than 500,000 rupiah). Jika dilihat dari materi yang diberikan, kita akan mendapat info mengenai mulai dari manfaat asi, teknik memerah asi, menyimpan asi untuk wanita karir, dll. Bahkan kita bisa mengajak pasangan untuk mengikuti kelas ini. I will try next month!

Oke, sekian info singkat dari saya hari ini. Semoga bermanfaat. Have a nice and safe pregnancy all..