Rumah Anakku Daycare, Bintaro: Short Review

Kalau dulu anak pertama saya, Kshatriyan saya titipkan di daycare First Rabbit (baca review nya di sini), kali ini saya mau share soal daycare anak ke-2 saya, Tara (10 bulan).  Tara sudah beberapa minggu ini bergabung di daycare “Rumah Anakku” yang berada di Jl. Kesehatan VI, Bintaro.    

Saya tahu pertama kali soal daycare “Rumah Anakku” ini lewat instagram dengan nama akun @rumah_anakku. Saya cukup surprise dengan banyaknya daycare baru yang bermunculan di daerah Bintaro dibandingkan dengan jaman kakaknya dulu (sekitar 4 tahun yang lalu). Daycare ini pun usianya baru 1 tahun.  

Lokasi daycare Rumah Anakku terletak di dalam town house (Mulia Bintaro Town House), jadi lokasinya cukup aman dari lalu lalang jalan raya. Ukuran rumahnya besar, bersih, ada taman yang luas, dan ada kolam renangnya. Soal pengasuh, saya bertemu dengan suster kepala dan kakak pengasuh lainnya. Rasio pengasuh dan bayi adalah 1 pengasuh berbanding 2 anak.

Untuk kelompok bayi, jumlah bayi yang bisa dititipkan di daycare ini dibatasi. Saat ini saja baru ada 5 bayi yang dititipkan di daycare ini. Namun untuk kelompok anak, jumlah peserta daycare sudah hampir 50 orang. Walaupun jumlah anaknya cukup banyak, ruang gerak mereka masih sangat luas mengingat ukuran rumah dan halaman yang besar.

Daycare Rumah Anakku memiliki fasilitas CCTV namun masih offline, kita bisa meminta foto/video by request kepada ibu pemilik daycare (bunda nuty) jika memang ada yang perlu ditanyakan. Pemilik daycare bertanggungjawab untuk menjawab semua pertanyaan orangtua seputar kesehariannya melalui whatsapp. Pemilik daycare dan caregiver tinggal di lokasi daycare, sehingga kita bisa merasa tenang ketika harus pulang kerja agak malam. Overtime diberlakukan mulai pukul 18.30. 

Untuk masalah makanan, pihak daycare hanya menyediakan makanan untuk kelompok anak (anak yang sudah bisa jalan). Untuk bayi, makanan tidak disediakan karena menurut pemilik daycare, makanan bayi teksturnya bervariasi sesuai kemampuan bayi dan cukup rumit. Untungnya di usia 11 bulan ini, Tara sudah bisa makan nasi (bukan tim kasar lagi) dan sudah makan menu keluarga (gulgar) sehingga bisa  mendapatkan fasilitas makanan dari kelas anak secara gratis (sudah include harga bulanan). Berikut saya berikan contoh menu yang diberikan untuk anak. Makan diberikan 2x dan snack diberikan 2 kali juga.

Biaya daycare di sini juga cukup terjangkau dibandingkan dengan tempat lain. Biaya pendaftaran sebesar 500.000 dan uang bulanan sebesar 2.500.000/bulan. Belum termasuk biaya overtime.

Untuk kegiatan sehari-hari selama di daycare, biasanya anak dibiasakan makan pagi di teras belakang, supaya mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Lalu ada juga kegiatan olahraga berenang, bernyanyi dan membaca buku bersama. Untuk kelas bayi tampaknya kegiatanya belum begitu banyak karena jarang digabung dengan kakak-kakak di kelas anak. Ketika orang tua menjemput anak pulang, orang tua dapat membaca buku laporan/report berisi ringkasan makan anak, minum susu, dan kegiatan sosial anak selama berada di daycare.

Waktu makan
Tara bobo di daycare

Oiya, tempat ini juga melayani fasilitas overnight untuk bunda yang harus pergi dinas. Sehingga kita para orangtua tidak perlu pusing harus menitipkan anak kemana selama berpergian.

Semoga postingan ini membantu ya moms, silahkan sharing jika moms punya rekomendasi daycare sejenis di kawasan bintaro di kolom komentar sehingga kita bisa saling berbagi informasi untuk para ibu.

Thank you for reading this post. Ciao!

Ikutan Kumon!

“Kshatriyan, 8 + 5 berapa?” tanya Papa sambil nyetir kepada anak saya yang sedang duduk di kursi penumpang sebelahnya.

“Hmmm..sebentar-sebentar… (jeda panjang) 13” jawab anak itu akhirnya..

“Kalau 9+7?” tanya si Papa lagi

“ehhhmmmmm…..(sambil berhitung pake jari) 16 ya?”

“iya bener”

“terus pa..tanya lagi” tantang Kshatriyan semangat.

Sejak bulan November lalu, saya mendaftarkan Kshatriyan (5yo) ke Kumon di area Bintaro Sektor 3.  Saya mendaftarkan dia ke Kumon karena belakangan anak ini sedang senang-senangnya melakukan tanya jawab penjumlahan dengan papanya. Kebetulan anak ini memang sudah bisa sedikit-sedikit berhitung dan melakukan penjumlahan. Iseng saya tawarkan dia untuk mencoba trial yang memang sedang diadakan di tempat les tersebut. Ternyata dia antusias. Saya pun langsung menelpon tempat les tersebut untuk mencari-cari informasi lebih lengkap.

Nggak terasa sudah beberapa bulan sekarang berjalan sejak pertama saya mendaftarkan anak saya ikut Kumon. Di sini saya mau sedikit sharing mengenai pengalaman ikut Kumon untuk para orangtua lainnya. Keep reading yaah.

Ternyata, kalau dilihat dari spanduk, trial ini hanya bisa dilakukan jika memang sedang ada program trial di Kumon (correct me if I’m wrong yaa). Sebelum ikut program trial, calon peserta WAJIB hadir untuk ikut tes penempatan untuk mengetahui starting point anak itu. Berikut adalah gambar yang menjelaskan tiap atau tingkatan pada Kumon.

Setelah melakukan janji temu dengan pihak Kumon, saya pun meluncur untuk mengajak Kshatriyan ikut tes. Kshatriyan diajak duduk dan ditemani oleh kakak pengajar untuk melakukan tes-tes seperti kemampun tracing angka, menuliskan bilangan, menyebutkan angka, dan lain-lain. Tidak lama kemudian, kakak pembimbing pun menjelaskan hasil tes. Kshatriyan mulai dari level 4A. Karena sudah lulus tes penempatan, Kshatriyan boleh lanjut ke program trial. Program trial gratis ini boleh diikuti untuk 4 kali pertemuan. Cihuy kan?.

Oiya saya lupa menjelaskan, Kumon itu punya 2 program yang dileskan yaitu Math dan English. Sementara saya coba Matematik dulu, takut anaknya nyerah di tengah-tengah. Metode belajarnya itu nggak kaya di sekolah ya.. Anak boleh datang setiap hari Senin dan Kamis di jam berapapun (selama jam kerja) dan belajar selama 1 jam saja. Belajar di sini murni tok hanya didampingi mengisi lembar-lembar kerja latihan sesuai tingkatannya. Kalau si anak sudah mulai bingung atau mulai putus asa, baru deh kakak pendamping memberikan bantuan.

Lalu ketika peserta Kumon atau si anak selesai (biasanya sih malah less than 1 hour ya), peserta akan diberikan PEER atau lembar kerja di rumah..hahaha ini dia nih tantangannya. Seberapa banyak PEERnya? Sejumlah hari libur sampai ke hari belajar Kumon selanjutnya. Contoh nih..si Anak pergi ke Kumon di hari Kamis dan akan datang les kembali di hari Senin, maka dia akan membawa 3 booklet lembar kerja untuk dikerjakan di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu (Whaat??wiken ada PR juga??).

 Yes.. Inilah kelebihan sekaligus tantangan dalam mengikuti program Kumon. Orangtua harus menyediakan specific time (1 hour or less) untuk yang namanya Kumon Time. Di sini kita harus memotivasi anak untuk memilih sendiri waktu Kumonnya, menyemangati dia ketika Kumon Time tiba, mendampingi dia selama mengerjakan lembar kerja, dan menyemangati dia untuk stay focus sampai 1 booklet selesai dikerjakan. Tidak lupa kita mencatat waktu start dan waktu anak menyelesaikan semua soal-soal di Kumon ini (1 booklet=10 halaman). Untuk awal-awal, jika anak masih susah disuruh fokus, booklet ini boleh di split 5 halaman dulu, baru lanjut 5 halaman lagi.

Jangan tanya susahnya kaya apa deh nyuruh anak yang gak bisa diem ini untuk fokus ngerjain lembar kerja. Duileh..dari mulai bikin theme song “Kumon Time” pake background lagu iklan Tiket.Com sambil joged2 sampai saya fotocopy tuh lembar kerja dan ngajak dia balapan cepet-cepetan ngerjain supaya dia semangat kalau ada yang nemanin. Ada kalanya dia ngeluh-ngeluh,bernegosiasi, ngerjain lambat-lambat, ngerjain tapi asal-asalan, tapi lucunya ada kalanya juga nih anak malah bilang gini “Kumon Time yuk”.

Sekarang setelah hampir 3 bulan Kshatriyan mengikuti program Kumon ini, satrian sudah naik level ke level 3A. Menurut tutornya, jika Kshatriyan terus semangat dan mau mengikuti Kumon terus tanpa cuti, dia akan bisa menyelesaikan soal yang melebihi tingkat kesulitan di level sekolahnya nanti saat dia masuk SD.

I know, mungkin ada beberapa orang yang mungkin merasa kalau pemberian PR ini agak too much untuk anak seusia anak saya. Tapi menurut saya itu kembali ke kita sebagai orang tua, apa kita sangat terfokus ke hasil kah? Atau yang penting anak saya bisa ‘enjoy the process?’. Bagi saya menanamkan kultur cinta belajar itu lebih penting daripada ngoyo sama hasil. Anak harus menikmati waktu belajar tersebut.

Survei TK di Bintaro: First Impression mengenai Kondisi Sekolah, Harga, Kurikulum.

Halo

Mengingat usia Kshatriyan sudah 4 tahun (tahun depan), saya dan suami mulai melawan kemageran kami dan bergerak survei sekolah. Sebelumnya Kshatriyan sudah Preschool di Rumah Main-Main. Review mengenai rumah Main-Main bisa dibaca di sini.

Survei saya lakukan pertama kali melalui website sekolah (karena nggak punya waktu untuk datengin satu-satu di sekitaran rumah). Setelah berhasil melakukan penyaringan berdasarkan website,  blog walking, dan baca tanggapan forum-forum seperti female daily dan urban mama, saya langsung menyempatkan waktu untuk mengunjungi sekolah dan menanyakan informasi pendaftaran. Let’s jump right in!

1. Sekolah Alam Bintaro (Sabin)

For website please check:http://sekolahalambintaro.sch.id/program

Saya dan suami ke sini saat pembagian raport. Sekolahnya asik banget karena halamannya luas dan tertutup pohon-pohon besar. Beberapa area masih dibiarkan alami atau tidak ditutup konblok/semen. Terdapat fasilitas perosotan, titian, dll (tapi Kshatriyan belum bisa manjat karena perosotannya terbilang tinggi). Kshatriyan tampak excited banget waktu lihat sekolah ini (secara anak ini suka banget lari-larian di tempat yang luas). Ada beberapa sepatu boot yang tersusun rapih di depan kelas. Terdapat juga keran-keran di beberapa tempat untuk mencuci kaki dan tangan.

Saya diajak berjalan-jalan oleh staf yang sangat ramah (maaf lupa namanya). Beliau menerangkan dengan saat sabar dan tidak terburu-buru. Beliau menjelaskan bahwa sekolah alam memiliki metode yang berbeda dengan sekolah lain. Sekolah alam ini merupakan sekolah islam ya.. jadi tentu saja ada kegiatan mengaji dan salat berjamaah. kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam saung (bukan ruang kelas tertutup) dan di halaman luar. Kurikulum difokuskan kepada perilaku, leadership, dan entrepreneurship. Sekolah ini  juga merupakan sekolah inklusi dan memiliki tenaga psikolog. Selain itu sekolah ini juga sangat merangkul orang tua dalam proses pendidikan. Contohnya adalah adanya kegiatan semacam seminar parenting untuk orang tua yang wajib diikuti kedua orangtua juga saat wawancara kedua orang tua wajib hadir (hanya diberi waktu 2x, jika tidak bisa menghadiri dianggap mengundurkan diri). This is actually good, tapi bagi anda yang sibuk sekali atau LDR dengan suami seperti saya, saya rasa sekolah ini agak demanding (just my opinion guys). Seminar parenting ini bayar juga ya mommies…jadi silahkan dicek daftar apa saja yang harus dibayar di bawah ini.

Oiya, sekolah ini selalu ada out trip dan camping (menginap). Kalau TK di bumi perkemahan cibubur dan SD biasanya sudah naik gunung segala dan juga trip-trip lain sesuai tema. Saat menginap, orang tua tidak boleh mendampingi ya.. kurikulumnya bersifat tematik (beberapa tema-tema yang berbeda dalam periode waktu tertentu dan juga terdapat project-project yang melibatkan kerjasama anak-orangtua.

Sekolah ini sudah ada SD dan SMP nya. SD nya berdasarkan website akreditasinya A. Sejauh ini baru ada 2 lulusan, sedangkan SMP nya baru akan meluluskan wisudawan pertama tahun 2018 ini.

Secara umum, Kshatriyan anak yang suka dengan alam. Dia tidak pernah jijik bermain kotor-kotoran (lepas sepatu, main tanah, pasir, dan lain-lain). Namun dia jijik dengan kamar mandi yang kurang bersih  (sekolah ini kamar mandinya kurang bersih menurut saya). Waktu saya tunjukan ruang kelasnya (ruang kelasnya saung ya mommies bukan gedung sekolah ber AC), dia juga kurang antusias.

2. TK Pembangunan Jaya Bintaro

For website Please check:http://tk.jayaschool.org/index.php

Kami pun melanjutkan trip ke sekolah selanjutnya. TK pembangunan Jaya. TK ini terletak di Jalan Maleo sektor 9, sedangkan SD nya berada di dekat Bintaro Plaza. Posisinya disudut/hook jadi sangat strategis. Berdasarkan brosur, saya lihat sekolah ini meraih penghargaan adiwiyata karena sangat bersih dan asri.

Alasan kenapa saya mau survei ke sekolah ini karena saya mau membandingkan sekolah islam dan sekolah heterogen (bagi saya ke dua-duanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing). Waktu survei, sekolahnya lagi libur jadi nggak bisa lihat kegiatan belajarnya langsung. Saya diajak berkeliling oleh seorang staff TU untuk melihat ruang kelas dan fasilitas lain.

Sekolah ini memiliki kurikulum nasional plus dan sistem moving class (pindah kelas sesuai mata pelajaran), terbagi kedalam beberapa kelompok sentra (sentra pembangunan, art & movement, bahasa, dll). Bahasa pengantar utama adalah bahasa Indonesia namun juga dikenalkan dengan bahasa Inggris. Saya menyusuri lorong dan koridor yang bersih dan tertata rapih. Jendela dipenuhi tempelan hiasan hasil karya seni anak.  Ruang kelas nya besar dan ada ruang musik juga. Saya juga melihat ada ruang agama (ruang agama terpisah untuk masing-masing agama yang dianut). Kamar mandi sangat bersih dan dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Untuk halaman, saya suka sekali karena halamannya juga besar, fasilitas mainan/playgroundnya lebih wah, malahan sampai ada rambu-rambu lalu lintas dan trek kereta. Sayangnya saat saya berkunjung, petugas TU mengatakan kalau playground nya belum aman untuk dimainkan, sedang dalam perbaikan.

Untuk biaya silahkan dilihat di rincian di bawah. Uang pangkal sebesar 14,700,000 (bisa dicicil) yang dibayarkan berlaku untuk 2 tahun (TK A & B) dan  sudah termasuk uang kegiatan selama 1 tahun.  Ada fasilitas school bus juga di sini.

Biaya Masuk TK Pembangunan Jaya Bintaro 2018/19

Sebelum masuk, akan ada pertemuan untuk psikolog. Tes ini bukan untuk mengetahui kemampuan akademik calon siswa, melainkan untuk mengetahui apakah anak berkebutuhan khusus atau tidak karena sekolah ini bukan merupakan sekolah inklusi.

3. Sekolah Khalifa IMS

Sekolah ini terletak di Jalan Elang Raya, Sektor 9 Bintaro. Dilihat dari luas bangunannya, sekolah ini terbilang kecil dibandingkan sekolah lain yang saya survei. Saya tertarik melihat sekolah ini karena ini satu-satunya sekolah islam yang bahasa pengantarnya full bahasa inggris.

Saya datang saat sekolah sudah libur, jadi hanya bertanya ke TU juga. Penjelasan mengenai kegiatan belajar paling informatif saya dapat di sini. Kelas TK akan belajar mengenai pengetahuan tentang islam dan solat, dasar-dasar membaca al quran dan doa serta surat pendek, untuk bahasa sudah belajar membunyikan huruf, belajar matematika, art, science, dan character building. Untuk lebih jelasnya silahkan cek https://khalifaims.sch.id/kindergarten-class-activities/.

Mengenai harga, saya cukup terkejut dengan harga yang ditawarkan. Total biaya yang harus dikeluarkan di awal bisa dibilang lebih mahal dari yang lain. Positifnya, uang bangunan/uang pangkal bisa dicicil. Silahkan dicek untuk melihat harga tahun 2018/2019.  Untuk bisa diterima di sini, menurut staff nya, akan ada observasi calon murid untuk melihat kesiapan siswa untuk sekolah. Sekolah ini juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler untuk menambah kemampuan membaca atau ekskul membaca alquran seperti mengaji iqro.

Biaya Masuk TK Khalifa IMS 2018/19

Saya diajak melihat kedalam kelas..yipee.. ada kelas nursery atau preschool jg di sini. Ruang kelas relatif lebih kecil, namun kamar mandi bersih. Kshatriyan cukup senang bermain di sini.

WhatsApp Image 2018-01-04 at 14.16.38
Sekolah Tampak Luar
WhatsApp Image 2018-01-04 at 14.16.38 (1)
Sekolah Tampak Luar
WhatsApp Image 2018-01-04 at 14.16.37
Kondis Kelas Tampak Dalam
WhatsApp Image 2018-01-04 at 14.16.37 (1)
Kondisi Kelas Tampak Dalam

4. TK Al Azhar 17 Bintaro

For Website Please check: http://tkialazhar17bintaro2015-2016.blogspot.co.id/2015/11/penerimaan-murid-baru-toddler-kb-tk.html

Saya datang ke sekolah ini saat SD sedang terima raport, jadi agak ramai. Saat masuk ke gedung TK, ternyata guru-gurunya sedang pelatihan guru, jadi nggak bisa nanya-nanya. Saya diantar ke ruang administrasi dan bertemu staf administrasi. Staff hanya memberi informasi yang super singkat dan (Bukan ala marketing karena mereka punya sesi open house sendiri). Cara pelayanan dan pemberian informasinya tidak sebaik saat saya ke Pembangunan Jaya di mana staffnya sangat detail dalam memberikan informasi dan mau ngajak kita jalan-jalan keliling sekolah (tapi it’s OK lah).

Uang pangkalnya 19,225,000, uang spp 1,125,000  serta uang jammiyah 240,000 rb/tahun. Ada fasilitas catering dan jemputan juga.

WhatsApp Image 2018-01-04 at 15.14.20

Al azhar ini kurikulumnya nasional. Sekolah ini memiliki program Intrakurikuler (Tahfidz dan Tilawati) serta Ekstrakurikuler yang segambreng (menari, melukis, futsal, drumband). Murid juga mendapat pelajaran komputer & bahasa inggris serta pelajaran tematik lainnya. Prestasi sekolahnya di kancah perlombaan kayaknya tidak perlu diragukan lagi deh.. pialanya banyak banget. Oiya, Setiap akhir periode tema pelajaran akan diadakan kegiatan puncak tema (biasanya sih outing/pentas/kegiatan lain).

Sewaktu saya masuk ke ruangan ini saya melihat deretan buku anak yang bagus-bagus banget kualitasnya. Ruang kelas juga bagus dan rapih. Kamar mandi bersih dan ada karyawan khusus yang bertanggungjawab untuk kebersihan anak di kamar mandi.

Oiya info tambahan masih ada biaya berupa uang kegiatan tahunan. Untuk TK A besarnya sekitar Rp.400.000 rupiah yang dipergunakan untuk kegiatan outing/pentas akhir tahun, dan acara puncak tema lain jadi orangtua tidak perlu membayar lagi.

update: Kshatriyan jadinya sekolah di Al Azhar 17 Bintaro. Jika ingin bertanya-tanya soal sekolah ini silahkan japri saya boleh looh (asteria.raissya@gmail.com) atau komen di bawah ya.

oiya buibu, karena postingan ini rame, jadi saya update harganya di bawah ya…

Update Harga Biaya Masuk Sekolah Kelas Toddler/KB/TKIA AL Azhar 17 Bintaro Tahun Ajaran 2020/2021

Kelas Toddler

Uang Pangkal : 6.325.000

SPP/bulan: 700.000

Jammiyah: 300.000

Total: 7.325.000

Kelompok Bermain (KB) ( siswa asal Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : 10.125.000

SPP/bulan: 975.000

Jammiyah: 300.000

Total: 11.400.000

Kelompok Bermain (KB) ( siswa asal non Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : 11.325.000

SPP/bulan: 975.000

Jammiyah: 300.000

Total: 12.600.000

TK A (siswa asal Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : 17.225.000

SPP/bulan: 1.175.000

Jammiyah: 300.000

Total: 18.700.000

TK A (siswa asal non Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : 17.225.000

SPP/bulan: 1.175.000

Jammiyah: 300.000

Total: 18.700.000

TK B (siswa asal Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : –

SPP/bulan: 1.250.000

Jammiyah: 300.000

Total: 1.550.000

TK B (siswa asal non Al-Azhar 17)

Uang Pangkal : 15.500.000

SPP/bulan: 1.250.000

Jammiyah: 300.000

Total: 17.050.000

Oiya, anak kalian rencananya mau masuk sekolah mana nih buibu? sharing di kolom komen di bawah dong beserta alasannya kenapa mau sekolah di situ.

terima kasih sudah mampir ke blog saya ya! semoga bermanfaat.

REVIEW PRESCHOOL BINTARO: RUMAH MAIN-MAIN

Akhirnya setelah berpikir panjang, Kshatriyan masuk sekolah di usia 2.5 tahun.  Nama sekolahnya adalah Rumah Main-Main di Bintaro Sektor 1. Well. Ini bukan sekolah yang pesertanya masuk sekolah setiap hari melainkan hanya 2x seminggu hari Selasa dan Kamis. Ia masuk di Kelas Baling-Baling untuk anak usia 2-3 tahun. Di luar jam sekolah, rumah main-main terbuka untuk umum sebagai indoor playground. 

Alasan saya memasukkan dia ke sekolah ini karena menawarkan masa transisi sebelum benar-benar masuk sekolah.Awalnya, saya belum terlalu yakin apa dia sudah siap untuk sekolah karena anaknya termasuk agak sensitif (a k.a cengeng kalau berpisah dari mama). Frekuensi masuk yang hanya 2x dalam seminggu dan jam belajar hanya dari jam 10.30-12.00 membuat saya tidak terlalu kuatir. Tersedia juga kelas pagi dan sore jadi bisa disesuaikan dengan siklus bobo anak.

Kelas baling (usia 2-3thn)

Baling pagi : jam8.30-10.00

Baling siang:jam10.30-12.00

Baling sore : jam15.30-17.00

Terlebih uang masuknya cuma 250,000 (dibayar setiap term 4 bulan) dan biaya bulanan 400,000. Saya rasa nggak terlalu memberatkan.

Kegiatan belajarnya apa saja sih? 

Awal term masih pengenalan dan adaptasi. Karena biasanya si kecil masih suka nangis. Hari-hari berikutnya sudah mulai nyanyi-nyanyi, baris berbaris, makan bersama, belajar menempel, belajar membuat bunga dari cap tangan, main kereta-keretaan, dsb. Bisa dicek di instagram kalau mau tahu kegiatannya.

Bahasa Pengantar:

Bahasa Indonesia:)

Jumlah siswa?

Kelas baru bisa dibuka jika minimal ada 5 siswa yang mendaftar.

Oiya, ada grup chat orangtua-guru untuk melihat video dan foto-foto aktivitas belajar. Tiap bulan orangtua dikirimi laporan hasil perkembangan belajar:)

Kalau anaknya nangis bagaimana?

Sayangnya Kshatriyan selalu menangis saat di bawa ke sekolah. Ia selalu mengamuk saat pengantarnya (mba nya) diminta untuk menunggu di luar. Hingga pertemuan ke-4 anak ini tetap saja ngamuk walaupun periode tantrumnya semakin singkat. Hiks..mamanya harus menegarkan hati melihat anak ini nangis. Karena bagaimanapun masa tantrum atau cemas berpisah itu adalah periode yang normal dialami setiap anak. Komitmen saya memasukkan dia sekolah adalah agar dia mandiri dan tidak melulu bergantung dan hanya akrab sama ART di rumah. Jadi walaupun dia menolak, saya tetap bawa dia ke sekolah. Walaupun saya bekerja dan tidak mengantar ke sekolah, setiap pulang kerja saya memutar video kegiatan kelas yg di share di group dan membahasnya bersama untuk memotivasi dia sekolah.

Go, Kshatriyaaan..Fighting!!!