Aplikasi Android Wajib Punya Untuk Jualan Online

Halo semua

Maaf saya baru muncul ke permukaan setelah lama tenggelam dengan kesibukan sehari-hari. Eniwei saya habis berduka sebenarnya, I just lost my dad..tapi saya nggak akan curhat di sini, mungkin di postingan lain kali (hehehe).

Sekarang saya mau bahas soal aplikasi android yang membantu banget untuk para pedagang online seperti saya. Jaman sekarang jualan online itu gampang bangeet.. semua didukung sama kemajuan aplikasi mobile phone yang bikin kita bisa jualan tanpa meninggalkan kursi kantor (As you know, saya pedagang plus pekerja kantoran).

Aplikasi yang pertama menurut saya adalah aplikasi market place. Aplikasi market place atau lapak online seperti Tokopedia, Buka Lapak, Shopee, Elevania, dll ini wajib banget kamu punya ya.. Walaupun kamu bisa buka via desktop, tapi dengan mengunduh aplikasi ini, kamu bisa upload produk dan menjawab pertanyaan customer kamu kapan saja dan dimana saja. Saya sendiri sering banget mengupload produk saya saat sedang antri trans jakarta, di dalam kendaraan, dll. Selain itu, kalau kamu urgent mau narik dana yang lagi mendep di rekber nya para lapak online ini, kamu bakal bersyukur banget punya aplikasi versi mobile nya.

Saran saya, jangan unduh semua aplikasi kalau ponsel kamu nggak punya kapasitas penyimpanan yang besar, karena ini akan bikin ponsel kamu cepet lemot dan susah update kalau sudah kepenuhan. Pilih yang paling sering kamu gunakan saja.

Selanjutnya, kalau kamu sudah publikasi nomor ponsel kamu ke customer, kamu harus punya aplikasi chat. Nggak lucu kan kalau kamu jawab customer pake sms (hihihi). Saran saya adalah whatsapp dan Line. Whatsapp karena gampang dan gak pakai ribet. Kalau Line, karena kamu bisa memberikan akses chat ke customer tanpa memberikan nomor ponsel mu (bisa berupa link saja atau nama id). Memberikan link dan ID penting banget bagi kamu yang gak suka ditelpon sama customer dan lebih memilih komunikasi via chat. Karena saya sebel banget ditelpin customer malem-malem cuma untuk nanyain bantal sofa (yaelah ganggu banget). Aplikasi Line juga punya kelebihan, kamu bisa membuat grup reseller dan kamu bisa menguplod foto di grup via album (jadi foto produk bisa tertata baik dan bisa diberi pengelompokkan). Para anggota grup kamu bisa mengunduh gambar via line. Ini mempermudah kamu untuk memberi tahu mereka jika ada stok baru ataupun stok habis.

line

Buat kamu yang dagang di Facebook, ada pentingnya kamu juga punya aplikasi BBM, karena banyak pelanggan saya di FB yang rusuh nanyain BBM.  Biasanya ntah kenapa yang pakai customer dari luar Jakarta.

Selanjutnya yang nggak kalah penting kamu harus punya aplikasi sosmed. Saran saya adalah Instagram. Karena proses mencari followernya lebih mudah (bisa di outsource lagi) dan cara upload produknya sangat gampang!!.

 Untuk menampilkan produk yang baik, kamu butuh banget aplikasi untuk edit foto. Bukan untuk tipu-tipu warna ya..tapi untuk memberikan caption foto, menambah frame, membuat kolase, dll. Sampai sekarang, saya selalu setia sama Moldiv karena Moldiv memiliki semua fitur yang saya inginkan.

Lanjut, sebagai pedagang online kamu harus punya aplikasi buat ngecek ongkir punya saya namanya Resta. Kalau kamu lagi nggak sempet buka PC atau lagi di jalan, kamu bisa secara instan mengetahui ongkos kirim dan segera merespon pelanggan kamu dimana saja dan kapan saja. Cari aplikasi yang punya banyak opsi pengiriman (bukan satu ekspedisi aja).

Nggak kalah penting, kamu juga harus punya aplikasi ojek online. Ini bisa mendukung pengiriman barang atau pengambilan barang dari supplier kamu. Kalau kamu jualan di Tokopedia kaya saya, maka kamu pasti tau kalau ada promo ongkir 15,000 melalui gojek ke area jabodetabek. Cihuy kan??

Aplikasi yang must have juga (ini penting bangeeet) adalah Mobile Banking. Menurut saya kamu belum resmi jadi pedagang online kalau kamu nggak punya online banking. Aplikasi ini sangat menentukan kecepatan kamu dalam merespon pembeli. Jadi, begitu pembeli bilang dia sudah melakukan transfer, kamu bisa langsung cek keabsahannya. Kamu juga bisa melakukan transfer balik jika kamu memberlakukan cash back atau mengembalikan uang jika terjadi complain atau gagal kirim karena stok habis. Saran saya adalah BCA dan Mandiri yaa..karena mereka paling gampang digunakan, bukan berbasis sms banking (tapi internet), dan paling komplit fiturnya. Mereka juga bisa melacak 5 transaksi terakhir.

Kamu juga mungkin butuh aplikasi buat mencatat orderan dan pengeluaran kamu. Saya nggak bisa rekomendasikan, karena saya lebih suka pakai kalender (hihihihi). Kalau kamu punya saran, silahkan komen di bawah yaa..

Apalagi sih aplikasi yang sering kamu pakai buat berdagang online?, ikutan merapat dan share di sini yuuk.. Salam Wirausaha!

 

Bekerja sambil jualan online. 

Mohon bos saya jangan klik blog ini, ya..hehehe. Kalau sudah telanjur klik, di exit saja. Hehehehe. Kalau sudah telanjur baca, you know now that my life is not easy.

Sebenarnya mungkin tidak sih bekerja kantoran sambil berjualan?. Apa betul kita harus benar-benar berhenti bekerja untuk start up sebuah bisnis?. Kalau memungkinkan, bagaimana caranya supaya bisa membagi waktu dengan baik?. Yuk sama-sama share.

Sebenarnya jualan online itu membutuhkan cukup banyak waktu dan tenaga looh. Terlebih jika produk yang anda jual adalah produk yg made by request dan customized. Setidaknya kita harus meluangkan sedikit waktu untuk beberapa hal di bawah ini:

  1. Upload produk, tulis deskripsi.
  2. Promosi, setelah diupload harus dipromosikan supaya calon pembeli tahu ada update produk terbaru.
  3. Chat dengan pembeli alias customer service job
  4. Cek stok barang ke supplier (jika kita bukan first hand supplier)
  5. Membuat perintah kerja hari ini ke bawahan/rekan bisnis, hari ini harus belanja a,b,c jumlah sekian, motif ini, size ini, harus kirim barang a,b,c,d
  6. Input resi
  7. Quality control, kalau barang sudah ready, cek dulu kualitasnya. Saya setiap malam rutin nyabutin benang yang menjulur-julur keluar dari proses penjahitan supaya lebih rapih dan enak dilihat. Cek apakah barang sudah sesuai dengan yang dipesan.
  8. Packing barang
  9. Mengatur delivery/shipping

What??, terus bagaimana saya bisa punya waktu untuk melakukan itu semua. Saya kan harus bekerja. Nah disini lah anda harus bisa membagi waktu 24 jam anda untuk semua hal. Ingat modal setiap manusia sama, sama-sama punya waktu 24 jam. Tinggal bagaimana mengelolanya. In my Humble Opinion begini cara saya menyiasatinya:

  1. Kenali jenis usaha yang paling cocok dengan karakter kita, jangan yang bikin kita kena stroke karena stres ngurusin usaha. Hehehe. Cari supplier yang dekat dengan rumah, mudah dihubungi via whatsapp atau grup. Semuanya pasti ada jalan! Kebetulan rumah saya dekat sekali dengan industri bahan sprei dan konveksi. Jadi no problem. Ini yang saya maksud dengan mencari jenis usaha yang bisa anda kelola.
  2. Cari partner, jangan mencoba menjadi super hero. Partner usaha saya adalah suami saya. Kami membagi pekerjaan dengan cara handle market place yang berbeda.Tidak ada partner sebaik suami anda sendiri. Hahahaha.
  3. Rekrut pegawai. Pegawai saya adalah marbot masjid. Alhamdulilah bisa saya gaji 600 ribu per bulan. Marbot mesjid ini tugasnya adalah belanja bahan sprei dan membawa ke tukang jahit konveksi.
  4. Tambah pegawai jika omset sudah naik, saya rekrut sepupu yang baru lulus kuliah dengan gaji sekitar 500 ribu/bulan sebagai admin.
  5. Kerjasama dengan shipping seperti Jne dan tiki. Minta pick up paket ke rumah anda. Malamnya minta kurir mengirimkan resi via email.
  6. Calon orang kaya harus tidur lebih sedikit dari orang biasa. Hehehe. Malam hari saat sinyal kenceng. Update produk untuk menghindari penuhnya server. Ini biasanya saya lakukan sesaat sebelum saya tidur sambil breastfeding. Hihihihi… Bisa sekaligus input resi, yaa..
  7. Kalau anak sudah pulas, anda harus cek barang yang mau dikirim ada yang cacat atau tidak? Jumlah sudah sesuai?. Kalau masih kuat nahan ngantuk, bungkus/packing barang. Kalau tidak saya lakukan di pagi hari. Packing bareng suami sambil ngobrol. Topik pembicarannya adalah hari ini kamu dapet berapa orderan? Hahahaha
  8. Sepulang kerja saya selalu mampir ke tukang jahit walaupun saya punya karyawan yang mengantarkan bahan ke tukang jahit. Hal ini saya lakukan untuk mengecek apakah barang yang dibeli sudah sesuai. Tidak kurang meterannya, tidak robek, tidak salah motif, dll.
  9. Pagi hari sebelum mulai bekerja. Buat list belanja. Saya, suami, dan karyawan punya grup whatsapp untuk memudahkan instruksi belanja. Tolong beli a,b,c,d sebanyak x meter.
  10. Kerjasama dengan PRT untuk siapkan paket yang mau dijemput kurir/ojek online.
  11. Karena barang sudah diupload di malam hari. Saat istirahat siang, anda bisa atur gunakan fitur publish now atau later yang ada di facebook. Anda bisa menjadwalkan jam berapa produk anda akan ditayangkan di sosial media maupun market place tanpa sibuk mantengin handphone.
  12. Gunakan fitur jawab otomatis secara sistem jika ada chat masuk seperti “selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu?”, atau ” maaf saat ini cs kami sedang melayani customer lain, silahkan tunggu sebentar. Fitur ini bisa membuat pembeli merasa tidak dikacangin saat anda kepepet sama kerjaan kantor.
  13. Sejak jualan, saya selalu berusaha mencari moda transportasi tercepat. Time is money!

See. I did this for almost a year and I’m still alive. Jika saya bisa, anda pasti bisa. Selamat berjualan, salam wirausaha!