Mudik bersama si kecil

It’s mudik time!

Lebaran kali ini, kami akan mudik ke kampung halaman ibu mertua saya, yaitu Ngawi. Alhamdulillah saya mendapat tiket pesawat pp gratis (sogokan bapak mertua supaya mau ikut mudik) untuk mudik kali ini. Hmmm..sebenarnya ini mudik pertamanya Kshatriyan sih.. so, saya sedikit kuatir melakukan ke’clumsy’an saya yang tiada akhir ini.

Jalan-jalan sama bayi itu memang rada heboh, perlu sedikit perenungan tentang apa-apa yang harus dibawa dan dilakukan supaya mencegah anak menjadi rewel di perjalanan. Berikut sedikit kilas balik cerita kerempongan travel mudik kami:

1. Koper besar + cabin backpack

koper ekstra besar berisi baju saya, suami dan anak (ukuran koper silahkan disesuaikan dengan tingkat kelebaian masing-masing orang tua dalam mempersiapkan baju anaknya, hehehe). Koper ini berisi antara lain:

  • Baju anak: terdiri dari baju dinas (baju berbahan adem supaya bisa beradaptasi dengan panasnya udara di Ngawi sana), celana pendek, baju tidur, singlet, T-shirt buat mejeng atau berpergian, celana panjang/pendek untuk berpergian, jumpsuit/sleepsuit untuk berpergian di malam hari (jadi kalau ketiduran gak perlu ganti piama lagi)
  • Diapers or pospak: sehari kurang lebih 4-5 buah dan training pants
  • Handuk mandi
  • Toiletris (Kshatriyan tidak bawa bak karet atau baby bather karena sudah bisa mandi dengan berbagai gaya) dan jangan lupa minyak telon dan washlap
  • lotion anti nyamuk dan sunblock (jika diperlukan)
  • termometer dan obat penurun panas (untuk jaga-jaga)
  • peralatan makan (piring, mangkok, sendok, gelas)
  • Sabun cuci piring (sedikit aja, bisa dituang ke wadah lain)
  • Tupperware isi bahan-bahan makanan (just in case di rumah eyang tidak tersedia)
  • Ice bag dan ice gel, tidak lupa pompa ASI (harus tetap pumping)
  • Sepatu dan kaus kaki bayi (bawa sepatu sebaiknya lebih dari 1, just in case kalau teledor dan tanpa sengaja terlepas dan tertinggal di pesawat atau di bandara)
  • susu UHT

Nah soal bahan makanan, saya memesan ke katering bayi langganan frozen foods (Beef patties, chicken tofu, seafood nugget organic), dll supaya lebih praktis. Lalu saya juga bawakan sayuran (brokoli, wortel impor, buncis, tomat) yang semuanya saya letakkan di dalam ziplock dan saya letakkan di dalam ice bag ASIP dan ditanmbah ice gel supaya tetap segar. Saya juga membawa 1 botol kecil minyak zaitun untuk menggoreng dan saus botol asam manis.

Kalau kita mudik ke kampung, mungkin harus diperhatikan apakah disana ada peralatan memasak yang cukup bersih dan memadai (kalau untuk emak bapaknya sih pake wadah masak apa aja bablas aja). Tapi kalau dapurnya kurang higienis, mungkin harus dipertimbangkan membawa sabun cuci piring dan spons sendiri. Pengalaman saya di rumah eyang itu dapurnya ugal-ugalan banget (campur aduk karena keseringan masak), jadi susah cari panci teflon bersih apalagi spons cuci piringnya udh memprihatinkan dan seperti sudah dipakai ribuan kali (hehehe, emak-emak drama)

2. Backpack berisi barang-barang persiapan di perjalanan selama 1 hari

untuk backpack, saya mengemas pakaian cadangan untuk 1 hari perjalanan, selimut tipis, jaket, bekal makanan jadi untuk 1 hari perjalanan (nasi dan roti), susu UHT, biskuit, buah potong, termos air putih, tisu basah, toiletris simple buat cebok, tisu kering, ear plug dan pastinya BANYAK mainan. Bisa juga ditambah gadget bagi yang anaknya suka gadget.

Oh ya, saran saya be prepare sama yang namanya delay. You know lah saat lebaran berapa banyak penerbangan dalam sehari. siapkan alas tidur yang nyaman dan kalau bisa manfaatkan promo executive lounge dari credit card rewards. Saya beruntung bisa dapet tempat di garuda lounge walaupun naik pesawat non-garuda. Di lounge ini, makanan dan minuman disediakan terus-menerus. Jadi delay yang lama tidak membuat anda bingung dengan bolak-balik beli makanan.

when delay happened, saya membiarkan anak saya bereksplorasi merangkak ria di pojok ruang tunggu yang rada lowong dan bermain bersama anak sebayanya. Cara ini ampuh untuk menjaga mood dia selama di Bandara walaupun dalam kondisi delay yang sangat membosankan ini. Jangan lupa terus tawarkan makanan dan minuman walaupun dalam porsi kecil.

Berhubung saya naik pesawat yang pagi sekali, jadi Kshatriyan harus sarapan di bandara. Proses makan sedikit terbantu dengan banyaknya pesawat di luar jendela ruang tunggu (untuk mengalihkan perhatian). Jika anak masih enggan untuk makan berat, bisa ditawarkan biskuit atau buah potong.

Belajar dari kesalahan saat travel dengan pesawat pertamanya satrian waktu ke Bali dulu, saya berkesimpulan bahwa mainan dan makanan adalah faktor kunci menjaga mood anak selalu baik selama di pesawat. Ingat, bukan mainan bagus dan mahal ya moms, tapi mainan yang paling membuat dia betah fokus berlama-lama memainkan mainan tersebut. Kshatriyan paling suka buka-tutup botol lotion, sedotan, buka tutup spidol, dan pastinya buku dan mobil-mobilan. Semua mainan saya taro dalam ziplock supaya gak mencar-mencar dan gampang diambil saat berada dalam pesawat. Usahakan, jangan memamerkan atau ekspos semua mainan yang anda miliki ke anak anda sebelum masuk ke pesawat, kenapa? supaya mereka tidak terlanjur bosan dengan mainan tersebut. Buat mereka sedikit surprise dengan mainan yang anda siapkan untuknya.

Yes!, alhamdulillah saat di pesawat mainan ini ampuh menangkal tantrum satrian saat pesawat belum take off (periode siap-siap ini biasanya buat anak boring dan ngamuk). Kshatriyan sibuk dengan tutup spidol dan balok susunnya). Tidak lama setelah pesawat take off, Kshatriyan asik melihat pemandangan di luar jendela pesawat, menirukan suara pesawat yang sedang terbang, dan bahkan menirukan suara bel notifikasi cabin crew pesawat. Hahahaha.. saat pesawat agak terguncang, dia malah menikmati guncangan dan pulas tertidur sambil nenen (the power of nenen).

sayangnya, saat perjalanan pulang kembali ke Jakarta satrian sempat menangis karena sakit telinga (walaupun sudah pakai earplug). Untung bisa diobati dengan lagi-lagi nenen!

Semoga tulisan ini bermanfaat ya moms, please comment, tanya, ataupun share seputar topik mudik bersama anak. I will happily respond!