Serba Serbi Jualan Online di Market Place untuk Pemula

Teman-teman yang baru mulai punya keinginan untuk membuka online shop mungkin harus bersyukur dengan maraknya kehadiran market place di Indonesia. Market Place menyuguhkan berbagai kemudahan dan fasilitas menarik bagi para pengusaha kecil yang baru mau memulai usahanya. Sebut saja beberapa nama market place terkenal seperti tokopedia, lazada, elevania, shopee, buka lapak, blibli, dll. Semuanya memiliki keunikan dan fitur khas masing-masing.

Saya baru membuka online shop di market place Tokopedia (maaf sebut merek) sejak Maret 2016.Online shop pertama saya dimulai di account instagram dan facebook. Tidak puas hanya berdagang di social media, saya pun merambah ke market place. Semuanya saya pelajari sendiri dengan membaca keterangan di website baik-baik. Ada beberapa catatan penting yang harus diketahui bagi anda yang ingin mulai berdagang di market place.

  1. Beda dengan berjualan di sosial media seperti facebook dan instagram, berjualan di market place tidak membutuhkan follower yang harus selalu ditambah. Follower ini adalah sekumpulan orang yang akan menerima update produk terbaru kita di timeline mereka. Mencari follower saja bukan perkara mudah. Apalagi sampe ribuan. Beberapa market place juga tidak membutuhkan input hash tag setiap kali kita menginput produk baru.Pembeli tidak hanya dari circle of friends berdasarkan kontak facebook/email.
  2. Adanya sistem rekening bersama, yaitu market place akan memberikan nomer rekening mereka kepada pembeli. Artinya, pembeli tidak mentransfer uang langsung kepada penjual. Jika pembeli sudah mengkonfirmasi penerimaan barang, market place baru akan mentransfer dana ke rekening penjual. Cara ini menguntungkan pembeli karena menimbulkan rasa aman dalam bertransaksi dan menghindarkan dari penipuan. Penjual juga diuntungkan karena bisa mendapatkan konsumen yang suka parno belanja online.
  3. Sistem market place mencegah pembeli dan penjual dari fenomena PHP (Pemberi Harapan Palsu), karena adanya sistem tracking jika pembeli melakukan pemesanan, sudah melakukan transfer, gagal bayar atau tidak jadi transfer, batal membeli dll. Dari sisi pembeli, pembeli bisa melihat proses persetujuan pembelian barang, barang diproses, barang dikirim, cek resi, dll. Pembeli tidak perlu repot menghubungi penjual untuk menanyakan status pengiriman barangnya karena sudah tertera jelas di status pengiriman. 
  4. Banyak yang gratis, walau ada tapinya. Nanti tapinya saya bahas di poin kekurangan yaaa..kalau beli domain untuk buka website online shop tidak murah toh? Konsumen sekarang juga lebih suka search produk langsung di market place ketimbang search produk langsung di mbah google ketika mau mencari produk tertentu.
  5. Bisa menjangkau pembeli dari luar kota. Why?? Karena market place sering memberikan promo free ongkir ke seluruh daerah di Indonesia. Bayangkan jika anda harus membebani pembeli dengan ongkir yang sangat mahal per kilo nya untuk area di luar pulau jawa. Hiks..mereka jadi malas beli karena ongkir mahal. wp-1477275500894.png
  6. Ulasan dan feedback dari pembeli terpampang dengan jelas. Ini menguntungkan anda untuk membangun reputasi yang baik. Sering juga merket place memberi reward bagi seller dengan penjualan dan reputasi terbaik.wp-1477277162110.pngtrik-berjualan-di-tokopedia-kualitas-produk
  7. Menghindari kesalahan persepsi pembeli akan deskripsi barang. Berbeda dengan social media dimana kita bebas nulis aja saat mendeskripsikan barang, market place memberikan template yang saklek harus kita isi saat memajang suatu produk seperti berat produk, kondisi produk, lama waktu proses,dll. Keterangan seperti ini sering kita lupakan/abaikan saat berjualan di social media yang berujung kepada kebingungan pembeli. Akibatnya pembeli jadi terus menerus bertanya kepada cs.
  8. Adanya sistem Pre Order atau PO di beberapa market place macam tokopedia, shopee, elevania, dll. Tapi tidak ada pada lazada, blibli, buka lapak, dll yang mengharuskan ready stock. Sistem ini surga banget bagi penjual yang cuma jualan gambar macam saya.. Alias produknya made by order atau baru dibuat jika ada pemesanan. Otomatis kita gak perlu keluar banyak modal kan dan takut barang gak laku kan?.
  9. Sistem bayarnya banyaak..bisa transfer bank, COD, cicilan 0%. Surga buat anda yang mau berjualan produk yang rada mahal. Anda bisa pamer “bisa dicicil 0% kok”. Tentu saja, pembayaran anda tidak akan dicicil oleh market place karena sudah ditalangi oleh bank penerbit kartu kredit.
  10. Ekspedisi juga banyak pilihannya, bisa promo diatar dengan ojek online lagi. Jadi lebih murah dan cepat sampai. wp-1477275623721.jpg
  11. Pembeli tinggal klik klik klik tanpa perlu tanya sis, gan, bro, dll yang menghabiskan banyak tenaga dan kesabaran.
  12. Canggih, ada statistik penjualannya. Ada bisa melihat berapa banyak produk kita dilihat orang, berapa penjualan minggu ini, turun atau naik berapa persen dibandingkan dengan periode sebelumnya lengkap dengan grafik. wp-1477274900105.jpg
  13. Bisa option toko buka jam sekian, toko libur, dll. Jadi anda bisa sepi sejenak dari keriuhan order untuk sementara waktu.
  14. Bisa auto share ke social media.
  15. Paperless, invoices, alamat pembeli, daftar transaksi yang harus dikirim/diproses semuanya ada di satu menu. Tidak perlu catat-catat.
  16. Produk tertata rapih, per etalase, per album. Lebih mudah di sort dibandingkan dengan instagram.

Terus kekurangannya apa dong jualan di market place dibandingkan dengan jualan di sosial media maupun website pribadi?

  1. Neraka bagi yang malas baca cara berjualan dan rada gaptek. Bingung harus mulai dari mana.
  2. Majang produknya bikin pegel dan kram tangan. Anda gak bisa copy paste deskripsi produk seperti halnya di fb dan instagram yaaa..semuanya harus diinput satu persatu berdasarkan template yang sudah disediakan. Bayangkan jika produk kita banyak jumlah, ragam corak dan sizenya.wp-1477277220335.png
  3. Saingannya luar biasa banyaaak .. Apalagi kalau produk anda tidak unik. Saya pernah search nama produk saya dan gak keluar looh di puluhan bakan ratusan pagenya. Anda harus bersaing dengan ribuan toko online lain yang menjual barang sejenis. Anda harus mengeluarkan uang untuk membuat toko anda tampil agak depan, lebih eksis, lebih terlihat dibandingkan toko lain. Di tokopedia namanya sistem top up dan berlangganan gold merchant sekitar 300,000 per 3 bulan. Di shopee, anda bisa promosi gratis, tapi antri alias ada waktu tunggu.
  4. Slow return. Lama pencairan dana tergantung lama anda memproses barang dan kebaikan hati pembeli mengkonfirmasi penerimaan barang. Waiiit.tunggu dulu, jangan keburu putus asa. Misal anda harus memproses produk anda selama 1 minggu. Setelah 1 minggu dan anda input resi lalu barang diterima pembeli dan pembeli mengkonfirmasi “ya barang sudah saya terima”, maka uang bisa cair dalam tempo 1 hari saja (tokopedia) bahkan kurang dari satu hari. Artinya anda harus punya dana ready untuk nalangin beli produknya dulu. Kalau produk yg anda jual mahal harganya…pertimbangkan kembali ya.. Oiya, soal keharusan konfirmasi pembeli, kebijakan setiap market place beda2, ada yang otomatis bisa ditarik asal sistem tracking ekspedisi menunjukkan barang sudah diterima, ada yang betul2 harus menunggu konfirmasi pembeli. Sehingga anda harus follow up pembeli.
  5. Persaingan harga luar biasa. Pembeli bisa dengan mudah compare harga kita dengan toko sebelah. Harus serius survey harga pasar sebelum berjualan di market place.
  6. Ulasan pembeli tidak bisa kita hide. Hehehehe..kadang customer yang nggak sabaran suka kasih rating jelek tanpa peduli bahwa seller juga manusia, perlu ishoma dan tidak hanya melayani satu customer saja.
  7.  Tidak semua market place punya term mengenai barang hilang, wajib asuransi untuk barang dengan harga tertentu. Anda harus jeli dengan term ini.
  8. Tidak ada contact person yg jelas dari market place. Ribet kalau ada perselisihan antara penjual dan pembeli. Hindari kesalahan yaa .
  9. Bagi barang yang ready stock, pembeli harus secepatnya mengirim barang. Waktu respon umumnya 2 hari saja. Keterlambatan respon, input resi dan pengiriman barang akan membuat pesanan otomatis di cancel oleh pihak market place dan dana dikembalikan ke pembeli. Begitu pula dengan barang PO, lewat dari waktu yang disepakati, otomatis cancel. Tidak bisa asal bilang sorry sis barang telat.
  10. Untuk penjual yang jumlah produknya banyak sekali, jumlah etalase nya terbatas. Untuk menambah etalase, harus mendaftar gold merchant yang berbayar.
  11. Server suka berat, kelebihan pengunjung.

Mudah-mudahan teman-teman mendapat pencerahan setelah baca blog ini, ya..jangan ragu untuk komen dan mengajukan pertanyaaan, selama komen tidak bersifat negatif dan sopan. Selamat berjualan, salam wirausaha!.